Quneitra, Gontornews — Israel membebaskan dua tahanan Suriah. Hal ini dilakukan setelah negeri Yahudi itu menerima tulang belulang jasad seorang prajurit Israel yang hilang lebih dari 35 tahun silam.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (28/4), militer Israel mengatakan kedua tahanan dipindahkan ke Komite Palang Merah Internasional di Quneitra di perbatasan Dataran Tinggi Golan Suriah.
Seperti dikutip Aljazeera, Dinas Penjara Israel mengidentifikasi orang-orang yang dibebaskan itu sebagai Ahmed Khamis dari kamp pengungsi Palestina di dekat Damaskus, dan Zidan Taweel dari Desa Hader, pedesaan wilayah Druze, Suriah.
Khamis adalah anggota faksi Fatah yang dipenjara pada 2005 setelah mencoba menyerang pangkalan militer Israel, dan Taweel dipenjara pada 2008 karena penyelundupan narkoba, kata petugas penjara.
Kantor berita pemerintah, SANA, menerbitkan foto-foto kedua pria itu tak lama setelah mereka kembali ke Suriah.
Langkah itu dilakukan setelah Rusia, sekutu penting Damaskus, menyerahkan kepada Israel tulang belulang dan barang-barang pribadi Zachary Baumel, yang dinyatakan hilang dalam aksi bersama dengan dua tentara lainnya dalam invasi Israel tahun 1982 di Lebanon.
Tentara Israel berperang melawan pasukan Suriah dalam pertempuran pada 10-11 Juni 1982 di pedesaan Lebanon, Sultan Yacoub, dekat perbatasan Suriah. [Rusdiono Mukri]





















