Jakarta, Gontornewd — Para investor asing memilih keluar dari pasar emerging market untuk mengantisipasi kebijakan Donald Trump, yang cenderung protektif. Alhasil, investor asing menjual kepemilikannya di SUN
Katadata melaporkan, mata uang rupiah mendadak anjlok hingga menembus level 13.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Penyebabnya, para investor di pasar obligasi memilih melepas surat utang negara (SUN) dan membawa dananya ke luar negeri.
Saat pembukaan perdagangan di pasar spot, Jumat (11/11) pagi, rupiah langsung jatuh ke level 13.394 per dolar AS atau turun 2 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Bahkan, rupiah sempat jatuh ke level 13.873 per dolar AS atau posisi terendahnya sejak tahun ini.
Anjloknya rupiah juga menimpa beberapa mata uang di negara-negara yang pasarnya tengah berkembang (emerging market). Salah satunya adalah ringgit Malaysia.
Penyebabnya, para investor asing memilih keluar dari pasar emerging market untuk mengantisipasi kebijakan pemimpin baru Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang cenderung protektif. Alhasil, investor asing menjual kepemilikannya di portofolio surat utang (SUN). Padahal, porsi investor asing di SUN cukup besar sehingga menyebabkan rupiah anjlok sangat dalam.[DJ]



















