Depok, Gontornew — Setiap orangtua dianjurkan untuk memberi nama yang baik kepada anaknya. Jika orangtua nama yang jelek terlanjur diberikan, maka diperbolehkan menggantinya dengan nama yang indah, sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW semasa hidupnya memang telah banyak mengubah nama anak-anak di sekitarnya, yang dianggap beliau kurang baik. Hal tersebut dilakukan agar umatnya lebih berhati-hati dalam memberi nama pada para keturunan mereka.
Diriwayatkan dari Aisyah RA, “Sesungguhnya Nabi SAW telah mengganti nama yang buruk.” HR Tirmidzi. Abu Daud berkata, “Rasulullah SAW mengganti nama al-‘Ashi, Aziz, ‘Utlah, Syaithan, al-Hukm, Ghurab, Habbah, dan Syihab dengan nama Hasyim. Mengganti nama Harb dengan nama Salam, al-Mudhthaji’ dengan nama al-Munba’its, Urfah dengan Khadrah, Sya’bu adh-Dhalalah dengan Sya’bu al-huda, dan Bani Mughwah dengan Bani Rasydah.”
Rasulullah SAW bersabda, “Nama yang paling disukai Allah SWT adalah Abdullah dan Abdurrahman.” HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi. Permasalahan lainnya adalah ketika orangtua justru salah kaprah dalam memaknai beberapa nama yang suci yang seharusnya hanya boleh diperuntukkan untuk Allah SWT Sang Maha Suci.
Sebab itu, berhati-hatilah memberi nama kepada anak. Apalagi nama yang baik bertujuan agar anak mengerti dan mengetahui bahwa dirinya adalah hamba Allah SWT. Dimana hanya Allah SWT lah Tuhan yang patut disembahnya.
Selain perihal di atas, dianjurkan juga memberi nama para sahabat besar yang telah dikenal kealiman dan perjuangannya dalam membela Islam. Sedangkan sebaik-baiknya nama perempuan adalah nama yang disandang oleh para sahabat perempuan pada zaman Rasulullah SAW. [Edithya Miranti]




















