Ankara, Gontornews — Turki telah membeli sistem pertahanan S-400 dari Rusia dan berharap sistem itu akan dikirim pada Juli, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan hal itu pada hari Rabu (13/6). Pernyataan ini cenderung meningkatkan ketegangan dengan sekutu NATO Turki, AS.
Turki dan Amerika Serikat telah berdebat secara terbuka selama berbulan-bulan akibat keputusan pembelian S-400 buatan Rusia oleh Turki. AS menilai, sistem s-400 tidak kompatibel dengan sistem NATO.
“Turki telah membeli sistem pertahanan S-400. Ini adalah kesepakatan yang dilakukan. Saya berharap sistem ini akan dikirim ke negara kita bulan depan,” kata Erdogan.
Pembelian tersebut telah meningkatkan ketegangan di antara sekutu NATO Turki dan memicu kemarahan AS. AS berharap Turki tidak membeli S-400 buatan Rusia, dan sebaliknya membeli sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika.
Pentagon mengumumkan pada hari Jumat bahwa jika Turki tidak membatalkan pembelian S-400 sampai 3 Juli, maka Turki akan dilarang membeli jet tempur F-35 dan pilot Turki yang saat ini berlatih di AS akan dipulangkan.
Seperti diketahui, Turki berencana untuk membeli 100 F-35 dari AS.
Pada hari Senin, para pejabat AS mengumumkan bahwa Washington telah menghentikan pelatihan pilot Turki untuk pesawat tempur F-35 di sebuah pangkalan udara di negara bagian Arizona, AS.
Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan pekan lalu bahwa dia telah mengirim surat kepada mitranya dari Turki Hulusi Akar yang memberitahukan kepadanya tentang keputusan Washington untuk menarik Turki keluar dari program F-35.
Turki telah mengkritik surat dari Washington itu dan mengatakan itu tidak sesuai dengan semangat aliansi NATO.
AS mengatakan pembelian S-400 buatan Rusia oleh Turki akan menimbulkan ancaman bagi pesawat tempur F-35 Lockheed Martin Corp dan telah memperingatkan kemungkinan sanksi AS jika Ankara melanjutkan kesepakatan itu. [RM]


















