Idlib, Gontornews — Seorang relawan Helm Putih tewas dalam serangan udara mematikan yang dilancarkan Pemerintah Suriah dibantu dengan pasukan koalisi Rusia, Ahad (21/7) kemarin. Selain menewaskan relawan helm putih, serangan udara telah menewaskan sebanyak 17 orang lainnya termasuk anak-anak.
Anas al-Dyab, seorang relawan Helm Putih yang fotografer dan videografer berusia 20-an, tewas akibat serangan udara di kampung halamannya di Khan Sheikhun.
Dyab yang juga merupakan kontributor AFP meninggal saat melakukan tugasnya meliput serangan di wilayah tersebut.
Dalam postingan twitternya, Organisasi Kemanusiaan itu menyampaikan ucapan belasungkawa atas perginya salah satu relawan mereka di Pusat Pertahanan Sipil di Idlib.
“Anas Al-dyab”, seorang sukarelawan dan aktivis media dengan Pusat Pertahanan Sipil Suriah di #Idlib. Anas dipukul dengan tiga serangan udara Rusia saat mendokumentasikan pengeboman udara di kotanya #KhanShaikhoun pagi ini,” tulisnya.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad dan Rusia telah meningkatkan serangan mematikan di Idlib sejak akhir April lalu, meskipun ada kesepakatan zona penyangga untuk melindungi wilayah sekitar dengan tiga juta orang dari serangan militer besar-besaran September lalu.
Kesepakatan yang ditandatangani oleh Rusia dan kelompok bersenjata yang didukung Turki belum pernah sepenuhnya dilaksanakan.
Mantan afiliasi Al-Qaeda, Hay’et Tahrir al-Sham pada Januari lalu mengambil kendali administratif penuh atas wilayah Idlib, meskipun pemberontak lain juga hadir di wilayah tersebut.
Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 370.000 orang dan jutaan orang terlantar sejak dimulai pada 2011 dengan penumpasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.[Devi Lusianawati ]





















