Nur-Sultan, Gontornews — Perundingan putaran ke-13 tentang Suriah dimulai lagi di ibukota Kazakhstan, Nur-Sultan, pada 1 Agustus, dengan pembicaraan bilateral dan trilateral antara para pejabat dari Iran, Rusia dan Turki.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, para pihak yang bertikai di Suriah berpartisipasi dalam negosiasi pada 1-2 Agustus itu.
Seperti dirilis hurriyetdailynews.com, Perwakilan Tetap PBB untuk Arab Saudi, Bashar al-Jafari, memimpin delegasi pemerintah Suriah. Sementara Ahmet Tuma memimpin delegasi oposisi.
Perwakilan Khusus PBB di Suriah Geir Pedersen tidak dapat berpartisipasi dalam negosiasi karena masalah kesehatan.
Delegasi Turki dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Sedat Γnal, dan delegasi Iran dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Ali Askar Haci.
Pembicaraan fokus pada pembentukan komite konstitusional. Para pihak menyetujui formula 4 + 2, dan komite itu kemungkinan akan diumumkan dalam pertemuan Astana, kata Menteri Luar Negeri Turki MevlΓΌt ΓavuΕoΔlu.
Pembicaraan Astana juga fokus pada wilayah Idlib, rumah bagi lebih dari 3 juta orang. Kubu pemberontak yang tersisa menjadi sasaran serangan rezim Assad dan Rusia.
Proses perdamaian Astana, yang bertujuan mengakhiri konflik Suriah, diluncurkan pada Januari 2017, oleh Rusia dan Iran – sekutu rezim, dan Turki. [RM]






















