Seoul, Gontornews – Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudak balistik sekaligus pada hari Sabtu (10/8) dini hari. Hal itu disampaikan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Proyektil-proyektil yang ditembakkan pada dini hari Sabtu itu berasal dari suatu daerah di sekitar kota Hamhung di timur laut.
Pernyataan tersebut juga mengatakan bahwa Mesin roket berbahan bakar padat besar yang digunakan untuk program rudal balistik Korea Utara, kemungkinan besar diproduksi di kompleks pabrik di Hamhung. Wilayah itu juga memiliki situs pengujian untuk mesin tersebut.
Sementara itu, kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan Peluncuran rudal Korut seperti tengah menguji kemampuan rudal jarak pendek baru yang sedang dikembangkan Pyongyang itu.
“Kekhawatiran bahwa rangkaian peluncuran Korea Utara dapat meningkatkan ketegangan militer di Semenanjung Korea, para menteri menyerukan Korea Utara untuk menghentikannya,” kata Gedung Biru, mengutip pertemuan para pejabat keamanan tinggi Korea Selatan, Reuters.
Kim Dong-yup, Seorang Mantan Perwira Angkatan Laut yang mengajar di Universitas Kyungnam Seoul, mengatakan senjata yang diuji pada hari Sabtu itu dapat dikaitkan dengan penyelesaian sistem artileri roket baru Korea Utara yang membutuhkan beberapa peluncuran dari jenis yang sama.
Menanggapi hal tersebut, Presiden AS, Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa sejauh ini belum ada tes nuklir. Tes rudal yang dilakukan Korut, semuanya jarak pendek.
“Tidak ada tes rudal balistik. Tidak ada rudal jarak jauh,” katanya.
Trump juga mengatakan bahwa Kim telah menulis dalam suratnya bahwa dia tidak senang tentang permainan perang dan tes rudal. Dia juga menambahkan bahwa ia bisa mengadakan pertemuan lagi dengan Kim.[Devi Lusianawati]




















