Kashmir, Gontornews — Sebanyak delapan orang tewas dalam baku tembak yang terjadi di perbatasan India-Pakistan, Kashmir. Delapan orang tersebut terdiri dari tiga orang Pakistan dan lima dari tentara India.
Dalam sebuah postingan di twitter Kamis (15/8) Kepala Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan pasukan India telah meningkatkan penembakan di sepanjang perbatasan yang diperebutkan, atau yang lebih dikenal sebagai Garis Kontrol (LoC).
“tembakan yang terputus-putus terus berlanjut,” tulis Ghafoor.
Senada dengan itu, Polisi setempat di Kashmir, wilayah yang dikelola Pakistan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dua warga sipil juga tewas pada hari Kamis.
Sementara itu pada hari yang sama, melalui kantor berita India, ANI tentara India telah membantah pernyataan tentara Pakistan bahwa lima tentara India tewas dalam pelanggaran gencatan senjata di sepanjang LoC, wilayah dimiliterisasi militer yang membagi Kashmir dikelola oleh Pakistan dan India.
Meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan India terjadi setelah pemerintah nasionalis Hindu New Delhi pekan lalu mencabut status khusus untuk Kashmir yang dikelola India, sebuah negara mayoritas Muslim.
Tetangga-tetangga bersenjata nuklir itu telah bertempur selama dua hingga tiga kali perang di wilayah Kashmir yang disengketakan.
“Ketegangan tetap tinggi di perbatasan ini,” kata Osama Bin Javaid dari Al Jazeera, melaporkan dari Muzaffarabad di Kashmir yang dikelola Pakistan.
Osama juga menjelaskan masyarakat di wilayah tersebut telah mengalami ketakutan yang luar biasa lantaran konflik negara tetangga yanh terus menerus terjadi.
“Kami telah mengunjungi beberapa desa ini, di mana orang-orang mengatakan kepada kami bahwa sangat sulit bagi mereka menjalani kehidupan normal,” tuturnya.[Devi Lusianawati]



















