10
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 23 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Teknologi

Simulasi Mengatasi Hantaman Asteroid

Oleh Dedi Junaedi

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
2 September 2019
in Teknologi
0
Simulasi Mengatasi Hantaman Asteroid

 

Badan Antariksa AS (NASA) bersama dengan beberapa agen federal dan organisasi Internasional membuat simulasi tabrakan asteroid. Tujuannya  untuk menyelamatkan umat manusia, terutama penduduk New York, dari potensi hantaman yang memusnahkan..

Gabungan beberapa organisasi ini membuat simulasi dan latihan untuk mengetahui dampak asteroid yang berpotensi bakal menghantam New York.
Dimulai awal Mei 2019, proyek riset ini menjadi bagian dari Konferensi Pertahanan Planet itu memungkinkan para ilmuwan mengatasi tantangan ilmiah, teknis, dan politik dalam usaha melindungi planet dari dampak asteroid.

Para ahli merangkum kejadian yang bakal terjadi dalam delapan tahun ke depan menjadi pengamatan yang dilakukan selama lima hari. Berikut penjelasan simulasi dan pantauan yang didapat para ahli.

 

BACA JUGA

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

CSED-INDEF dan Mitra Akademik Dorong Transformasi Ekosistem Qurban Nasional

Mobil Jimny 5 Pintu, Klasik Sentuhan Modern. Cocok Buat Keluarga

Milad ke-41, Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo Luncurkan Smart Electric Car

ITS Luncurkan Struktur Rumah Tahan Gempa dari Limbah Debu

Simulasi Tabrakan Asteroid

Pada hari pertama, mereka menemukan bahwa asteroid PDC memiliki peluang 1 banding 100 mengenai Bumi. Pada hari kedua, risikonya meningkat menjadi 1 banding 10 dan diperkirakan bakal menabrak Denver, Colorado pada 29 April 2027. Saat ilmuwan menemukan hal ini, mereka segera melakukan pengintaian lebih intens. Pada hari ketiga, ilmuwan mengatakan pada akhir Desember 2021, pesawat ruang angkasa pengintai mencapai asteroid.

Ilmuwan berencana untuk mengarahkan asteroid lebih dekat dengan pesawat ruang angkasa, kemudian  menabraknya agar asteroid keluar dari orbit Bumi. Ilmuwan memperhitungkan hal ini bisa terjadi pada Agustus 2024.

Di hari keempat, pengamatan mereka menemukan kabar baik dan kabar buruk. Tubuh utama asteroid berhasil dibelokkan dari orbit Bumi, namun fragmen kecil berukuran 50 sampai 80 meter masih berada di jalur tabrakan Bumi, tepatnya di New York.

Selain itu, puing-puing yang hancur karena tabrakan pesawat ruang angkasa pengintai dengan asteroid makin membuat rumit untuk mengetahui apa yang terjadi.

“Kita perlu menantang diri kita dan mengajukan pertanyaan sulit. Belajar dari kasus terburuk akan membantu kita mempersiapkan diri,” jelas Paul Chodas, direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi di JPL Naasa dan pencipta skenario tabrakan asteroid, dilansir IFL Science, Senin (6/5/2019).

Untuk menyelesaikan persoalan ini para ahli sempat mengusulkan meledakkan perangkat nuklir 300 kiloton untuk meledakkan 145 meter fragmen asteroid. Namun karena pertimbangan risikonya, hal ini diurungkan.

Selanjutnya pada simulasi hari kelima, para ilmuwan melihat  asteroid memasuki atmosfer dan bergerak dengan kecepatan 19 kilometer per detik dan melepaskan energi sebesar 5 sampai 20 megaton di lapisan udara.

Asteroid diperkirakan meledak sekitar 15 kilometer di atas Central Park dan bisa menghancurkan kota sejauh 15 kilometer.

Dalam skenario ini, tugas Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) bertugas mengevakuasi sekitar 10 juta penduduk, hewan peliharaan, dan barang berharga. Selain itu juga melindungi instalansi nuklir dan kimia di daerah tersebut dan melindungi benda bersejarah.
Menurut ilmuwan NASA, semua ahli di segala bidang, termasuk ilmiah, sosiolog, hukum, dan politik harus terlibat dalam hal ini.
“Latihan ini sangat berharga karena melanjutkan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah utama untuk skenario probabilitas rendah namun konsekuensi tinggi ini,” kata Leviticus Lewis dari FEMA

DART dan Asteroid Didymos

Sebelumnya, awal 2019, NASA sudah berancang-ancang untuk melakukan uji coba pertahanan Bumi dengan menabrakan pesawat antariksa ke asteroid. Uji coba ini merupakan eksperimen tebaru NASA untuk melindungi Bumi dari serangan asteroid.
Uji coba ini merupakan proyek perlindungan Bumi yang dinamakan Double Asteroid Redirection Test (DART). NASA berencana untuk menabrakan pesawat antariksa dengan kecepatan 6 km per detik ke asteroid.
“Proyek ini sangat berbeda dengan banyak misi yang fokus untuk mempelajari tata surya. Pertahanan planet benar-benar tentang tata surya saat ini dan apa yang akan kita lakukan di masa sekarang,” ujar ilmuwan di Universitas John Hopkins sekaligus ilmuwan di DART, Nancy Chabot, seperti dikutip Space.
Ahli luar angkasa khawatir asteroid yang berpotensi menabrak Bumi bisa membawa malapetaka bagi umat manusia. Tabrakan dengan asteroid yang berukuran besar bisa menyebabkan kepunahan massal. Kepunahan akibat asteroid pernah terjadi di zaman dinosaurus. Tabrakan dengan asteroid ini juga memicu zaman es.
Pesawat antariksa ini diprediksi akan diluncurkan pada Juni 2021 dan akan menabrak asteroid pada Oktober 2022.

Chabot mengatakan bahwa sejauh ini, orang-orang sangat tertarik dan setuju untuk menabrakan pesawat antariksa ke asteroid. Chabot mengatakan hasil tumbukan akan memberikan banyak pembelajaran sejak dini.
Chabot mengatakan tidak mungkin manusia mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan Bumi di saat-saat terakhir seperti di Film Armageddon. Chabot mengatakan pencegahan ini sudah bisa dilakukan dari lima hingga 15 tahun sebelum asteroid berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.
“Untuk melakukan sesuatu seperti ini, kita juga memerlukan waktu peringatan yang sangat lama; gagasan penabrak kinetik jelas tidak seperti [film] ‘Armageddon,’ di mana Anda naik pada jam terakhir dan selamatkan Bumi,” kata Chabot.
Dilansir dari BGR, asteroid yang akan ditabrak oleh NASA tidak memberikan ancaman bagi Bumi. Kru DART hanya ingin melihat apakah defleksi serupa bisa terjadi pada asteroid di masa depan.
Dalam tes tersebut, sebuah pesawat NASA akan menghantam asteroid Didymos. Kru Dart ingin melihat apakah tabrakan dapat berhasil mengubah arah batu itu. Didymos memiliki panjang sekitar 800 m dan memiliki badan sekunder dengan ukuran 150 m. Menggunakan teknologi canggih, pesawat ruang angkasa akan menabrak asteroid pada jarak 11 juta km dari Bumi.

“Ini menarik, karena ini adalah misi luar angkasa, tetapi teleskop adalah bagian penting dari misi yang berhasil. Kita harus tahu apakah asteroid bisa terpengaruh akibat defleksi maksimum ini,” ujar Chabot

 

Kepunahan Dinosaurus

Menjelang akhir Maret 2019, National Geographic menurunkan tulisan Asteroid Collision Triggers Volcanoes and Dinosaur Extinction. Melalui majalah ini, Craig O’Neill, Director of the Macquarie Planetary Research Centre dan Associate Professor in Geodynamics, Macquarie University,  menulis bahwa hampir 40 tahun lalu  para ilmuwan menemukan penyebab kepunahan dinosaurus. Yaitu sebuah asteroid jatuh ke Bumi di daerah yang sekarang masuk wilayah negara  Meksiko. .

Baru-baru ini, penelitian yang dipublikasi jurnal Science (Maret 2019)  mendukung hipotesis alternatif: bencana-bencana yang terjadi setelah tabrakan hebat asteroid yang diduga menjadi penyebab kepunahan dinosaurus dan makhluk hidup lainnya.

Penelitian ini dibangun dari riset-riset sebelumnya–termasuk yang diterbitkan tahun lalu–yang menunjukkan adanya hubungan antara tabrakan asteroid, peningkatan erupsi gunung berapi, dan peristiwa kepunahan massal.

Pada tahun 1980, fisikawan eksperimental Amerika Luis Alvarez, putranya, Walter, yang seorang geolog, dan rekan-rekan mereka menerbitkan makalah dalam jurnal internasional yang berpengaruh. Di dalamnya, mereka menguraikan bukti bencana global sekitar 66 juta tahun yang lalu. Bukti-bukti ini terkubur dalam lapisan yang tersebar di seluruh planet ini.

Mereka menemukan kadar iridium yang tinggi–elemen langka di kerak bumi, tetapi umum di meteorit. Mereka menemukan bahan mineral, berupa butiran kuarsa dengan tanda-tanda retakan yang dihasilkan dari tabrakan asteroid, serta bukti adanya batuan cair panas yang terlontar akibat ledakan akibat tumbukan.

Dengan penemuan kawah Chixulub di Semenanjung Yukatan, Meksiko, misteri kasus ini tampaknya terpecahkan. Kejayaan dinosaurus berakhir  pasca tabrakan meteorit. Hal ini menandai berakhirnya Zaman Kapur (Cretaceous), dan dimulainya periode Paleogen, yang disebut batas K-Pg.

 

Dedi Junaedi

 

 

 

 

Tags: AsteroidBumiSimulasi
Share53Tweet33Send
Previous Post

Mengenal Molekul

Next Post

Rusia Tuduh AS Mempermainkan Gencatan Senjata Idlib

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
management pesantren

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

16 June 2026
Pondok Al-Muqoddasah Buka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2025-2026

Pondok Al-Muqoddasah Buka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2025-2026

20 November 2024
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result