pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 28 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Teknologi

Simulasi Mengatasi Hantaman Asteroid

Oleh Dedi Junaedi

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
2 September 2019
in Teknologi
0
Simulasi Mengatasi Hantaman Asteroid

 

Badan Antariksa AS (NASA) bersama dengan beberapa agen federal dan organisasi Internasional membuat simulasi tabrakan asteroid. Tujuannya  untuk menyelamatkan umat manusia, terutama penduduk New York, dari potensi hantaman yang memusnahkan..

Gabungan beberapa organisasi ini membuat simulasi dan latihan untuk mengetahui dampak asteroid yang berpotensi bakal menghantam New York.
Dimulai awal Mei 2019, proyek riset ini menjadi bagian dari Konferensi Pertahanan Planet itu memungkinkan para ilmuwan mengatasi tantangan ilmiah, teknis, dan politik dalam usaha melindungi planet dari dampak asteroid.

Para ahli merangkum kejadian yang bakal terjadi dalam delapan tahun ke depan menjadi pengamatan yang dilakukan selama lima hari. Berikut penjelasan simulasi dan pantauan yang didapat para ahli.

 

BACA JUGA

Transformasi Digital Pesantren: Menjawab Tantangan Manajemen Pendidikan di Era Modern

CSED-INDEF dan Mitra Akademik Dorong Transformasi Ekosistem Qurban Nasional

Mobil Jimny 5 Pintu, Klasik Sentuhan Modern. Cocok Buat Keluarga

Milad ke-41, Pondok Pesantren Assalaam Sukoharjo Luncurkan Smart Electric Car

ITS Luncurkan Struktur Rumah Tahan Gempa dari Limbah Debu

Simulasi Tabrakan Asteroid

Pada hari pertama, mereka menemukan bahwa asteroid PDC memiliki peluang 1 banding 100 mengenai Bumi. Pada hari kedua, risikonya meningkat menjadi 1 banding 10 dan diperkirakan bakal menabrak Denver, Colorado pada 29 April 2027. Saat ilmuwan menemukan hal ini, mereka segera melakukan pengintaian lebih intens. Pada hari ketiga, ilmuwan mengatakan pada akhir Desember 2021, pesawat ruang angkasa pengintai mencapai asteroid.

Ilmuwan berencana untuk mengarahkan asteroid lebih dekat dengan pesawat ruang angkasa, kemudian  menabraknya agar asteroid keluar dari orbit Bumi. Ilmuwan memperhitungkan hal ini bisa terjadi pada Agustus 2024.

Di hari keempat, pengamatan mereka menemukan kabar baik dan kabar buruk. Tubuh utama asteroid berhasil dibelokkan dari orbit Bumi, namun fragmen kecil berukuran 50 sampai 80 meter masih berada di jalur tabrakan Bumi, tepatnya di New York.

Selain itu, puing-puing yang hancur karena tabrakan pesawat ruang angkasa pengintai dengan asteroid makin membuat rumit untuk mengetahui apa yang terjadi.

“Kita perlu menantang diri kita dan mengajukan pertanyaan sulit. Belajar dari kasus terburuk akan membantu kita mempersiapkan diri,” jelas Paul Chodas, direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi di JPL Naasa dan pencipta skenario tabrakan asteroid, dilansir IFL Science, Senin (6/5/2019).

Untuk menyelesaikan persoalan ini para ahli sempat mengusulkan meledakkan perangkat nuklir 300 kiloton untuk meledakkan 145 meter fragmen asteroid. Namun karena pertimbangan risikonya, hal ini diurungkan.

Selanjutnya pada simulasi hari kelima, para ilmuwan melihat  asteroid memasuki atmosfer dan bergerak dengan kecepatan 19 kilometer per detik dan melepaskan energi sebesar 5 sampai 20 megaton di lapisan udara.

Asteroid diperkirakan meledak sekitar 15 kilometer di atas Central Park dan bisa menghancurkan kota sejauh 15 kilometer.

Dalam skenario ini, tugas Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) bertugas mengevakuasi sekitar 10 juta penduduk, hewan peliharaan, dan barang berharga. Selain itu juga melindungi instalansi nuklir dan kimia di daerah tersebut dan melindungi benda bersejarah.
Menurut ilmuwan NASA, semua ahli di segala bidang, termasuk ilmiah, sosiolog, hukum, dan politik harus terlibat dalam hal ini.
“Latihan ini sangat berharga karena melanjutkan pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah utama untuk skenario probabilitas rendah namun konsekuensi tinggi ini,” kata Leviticus Lewis dari FEMA

DART dan Asteroid Didymos

Sebelumnya, awal 2019, NASA sudah berancang-ancang untuk melakukan uji coba pertahanan Bumi dengan menabrakan pesawat antariksa ke asteroid. Uji coba ini merupakan eksperimen tebaru NASA untuk melindungi Bumi dari serangan asteroid.
Uji coba ini merupakan proyek perlindungan Bumi yang dinamakan Double Asteroid Redirection Test (DART). NASA berencana untuk menabrakan pesawat antariksa dengan kecepatan 6 km per detik ke asteroid.
“Proyek ini sangat berbeda dengan banyak misi yang fokus untuk mempelajari tata surya. Pertahanan planet benar-benar tentang tata surya saat ini dan apa yang akan kita lakukan di masa sekarang,” ujar ilmuwan di Universitas John Hopkins sekaligus ilmuwan di DART, Nancy Chabot, seperti dikutip Space.
Ahli luar angkasa khawatir asteroid yang berpotensi menabrak Bumi bisa membawa malapetaka bagi umat manusia. Tabrakan dengan asteroid yang berukuran besar bisa menyebabkan kepunahan massal. Kepunahan akibat asteroid pernah terjadi di zaman dinosaurus. Tabrakan dengan asteroid ini juga memicu zaman es.
Pesawat antariksa ini diprediksi akan diluncurkan pada Juni 2021 dan akan menabrak asteroid pada Oktober 2022.

Chabot mengatakan bahwa sejauh ini, orang-orang sangat tertarik dan setuju untuk menabrakan pesawat antariksa ke asteroid. Chabot mengatakan hasil tumbukan akan memberikan banyak pembelajaran sejak dini.
Chabot mengatakan tidak mungkin manusia mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan Bumi di saat-saat terakhir seperti di Film Armageddon. Chabot mengatakan pencegahan ini sudah bisa dilakukan dari lima hingga 15 tahun sebelum asteroid berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi.
“Untuk melakukan sesuatu seperti ini, kita juga memerlukan waktu peringatan yang sangat lama; gagasan penabrak kinetik jelas tidak seperti [film] ‘Armageddon,’ di mana Anda naik pada jam terakhir dan selamatkan Bumi,” kata Chabot.
Dilansir dari BGR, asteroid yang akan ditabrak oleh NASA tidak memberikan ancaman bagi Bumi. Kru DART hanya ingin melihat apakah defleksi serupa bisa terjadi pada asteroid di masa depan.
Dalam tes tersebut, sebuah pesawat NASA akan menghantam asteroid Didymos. Kru Dart ingin melihat apakah tabrakan dapat berhasil mengubah arah batu itu. Didymos memiliki panjang sekitar 800 m dan memiliki badan sekunder dengan ukuran 150 m. Menggunakan teknologi canggih, pesawat ruang angkasa akan menabrak asteroid pada jarak 11 juta km dari Bumi.

“Ini menarik, karena ini adalah misi luar angkasa, tetapi teleskop adalah bagian penting dari misi yang berhasil. Kita harus tahu apakah asteroid bisa terpengaruh akibat defleksi maksimum ini,” ujar Chabot

 

Kepunahan Dinosaurus

Menjelang akhir Maret 2019, National Geographic menurunkan tulisan Asteroid Collision Triggers Volcanoes and Dinosaur Extinction. Melalui majalah ini, Craig O’Neill, Director of the Macquarie Planetary Research Centre dan Associate Professor in Geodynamics, Macquarie University,  menulis bahwa hampir 40 tahun lalu  para ilmuwan menemukan penyebab kepunahan dinosaurus. Yaitu sebuah asteroid jatuh ke Bumi di daerah yang sekarang masuk wilayah negara  Meksiko. .

Baru-baru ini, penelitian yang dipublikasi jurnal Science (Maret 2019)  mendukung hipotesis alternatif: bencana-bencana yang terjadi setelah tabrakan hebat asteroid yang diduga menjadi penyebab kepunahan dinosaurus dan makhluk hidup lainnya.

Penelitian ini dibangun dari riset-riset sebelumnya–termasuk yang diterbitkan tahun lalu–yang menunjukkan adanya hubungan antara tabrakan asteroid, peningkatan erupsi gunung berapi, dan peristiwa kepunahan massal.

Pada tahun 1980, fisikawan eksperimental Amerika Luis Alvarez, putranya, Walter, yang seorang geolog, dan rekan-rekan mereka menerbitkan makalah dalam jurnal internasional yang berpengaruh. Di dalamnya, mereka menguraikan bukti bencana global sekitar 66 juta tahun yang lalu. Bukti-bukti ini terkubur dalam lapisan yang tersebar di seluruh planet ini.

Mereka menemukan kadar iridium yang tinggi–elemen langka di kerak bumi, tetapi umum di meteorit. Mereka menemukan bahan mineral, berupa butiran kuarsa dengan tanda-tanda retakan yang dihasilkan dari tabrakan asteroid, serta bukti adanya batuan cair panas yang terlontar akibat ledakan akibat tumbukan.

Dengan penemuan kawah Chixulub di Semenanjung Yukatan, Meksiko, misteri kasus ini tampaknya terpecahkan. Kejayaan dinosaurus berakhir  pasca tabrakan meteorit. Hal ini menandai berakhirnya Zaman Kapur (Cretaceous), dan dimulainya periode Paleogen, yang disebut batas K-Pg.

 

Dedi Junaedi

 

 

 

 

Tags: AsteroidBumiSimulasi
Share54Tweet34Send
Previous Post

Mengenal Molekul

Next Post

Rusia Tuduh AS Mempermainkan Gencatan Senjata Idlib

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

0
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

0
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

0
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

0
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

0
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

25 September 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result