Kabul, Gontornews — Sebuah ledakan yang berasal dari roket terjadi di dekat Kedutaan Besar AS di Ibukota Afghanistan, Kabul, Rabu (11/9). Ledakan terjadi di hari peringatan serangan 11 September.
Seorang karyawan Kedutaan AS yang dihubungi Associated Press (AP) mengonfirmasi tentang insiden ledakan di dekat kantornya. Namun karyawan yang tidak ingin disebutkan indetitasnya itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.
“Gumpalan asap terlihat di dekat lokasi ledakan,” katanya.
AP juga menjelaskan bahwa di dalam kedutaan, para karyawan mendengar pesan ini melalui pengeras suara: “Sebuah ledakan yang disebabkan oleh roket telah terjadi di kompleks.”
Serangan roket Itu akan menjadi serangan besar yang pertama kali terjadi di ibukota Afghanistan sejak Presiden Donald Trump secara tiba-tiba membatalkan pembicaraan AS-Taliban di ambang kesepakatan untuk mengakhiri perang terpanjang Amerika yang berlangsung hampir 20 tahun.
Minggu lalu, dua bom mobil telah menewaskan beberapa orang, termasuk dua anggota misi internasional NATO.
Trump mengatakan jika serangan-serangan itu, khususnya serangan yang telah menewaskan seorang tentara Amerika adalah alasan yang membuatnya membatalkan pembicaraan tersebut.
Sementara itu, menanggapi komentar Trump, Taliban berjanji untuk terus berperang melawan pasukan AS.
Dalam sebuah pernyataan yang dikirim kepada Al Jazeera, Juru Bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan Washington akan menyesal karena telah membatalkan pembicaraan yang telah dipelopori oleh pejabat tinggi dari kedua belah pihak.
“Kami memiliki dua cara untuk mengakhiri pendudukan di Afghanistan. Satu adalah jihad dan pertempuran, yang lain adalah pembicaraan dan negosiasi,” kata Mujahid.
Jika Trump, lanjutnya, ingin menghentikan pembicaraan, pihaknya akan mengambil jalan pertama dan memastikan bahwa AS segera menyesali keputusannya itu.
Sebelumnya pejabat AS dan Taliban pekan lalu telah menyepakati rancangan kesepakatan untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Pembicaraan antara AS dan Taliban bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah dimulai pada tahun 2001 setelah AS menginvasi Afghanistan setelah serangan 11 September.[Devi Lusianawat]





















