Jakarta, Gontornews — SEAHUM (South East Asia Humanitarian Forum) yang merupakan kumpulan organisasi kemanusiaan di Malaysia, Singapura, Indonesia, Kamboja, dan Thailand, bersama dengan Aliansi Lembaga Kemanusiaan Indonesia menyatakan sikap terhadap konflik yang melibatkan etnis Rohingya dengan Pemerintah Myanmar.
Dalam jumpa persnya kemarin (23/11) di Jakarta, Presiden SEAHUM sekaligus Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Drg Imam Rullyawan menyampaikan empat butir pernyataan sikap yang akan ditindaklanjuti dengan aksi kemanusiaan.
Pertama, SEAHUM menyatakan keprihatinan atas bencana kemanusiaan yang melanda etnis minoritas Rohingya yang dianiaya, dimusnahkan dan didiskriminasikan di Tanah Airnya sendiri.
Kedua, SEAHUM mendesak setiap pihak yang berkonflik untuk menahan diri dan segera menghentikan kekerasan agar tidak terjadi korban jiwa yang lebih besar.
Ketiga, meminta Pemerintah Indonesia segera melakukan langkah taktis diplomasi dengan mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan struktural dan membuka blokade kawasan etnis Rohingya.
Keempat, SEAHUM mendesak Pemerintah Myanmar untuk dapat melakukan upaya dialogis dengan pelbagai pihak yang berkepentingan agar dapat menemukan solusi konstruktif berbasis kemanusiaan. [M Khaerul Muttaqien/Rus]




















