Washington, Gontornews — Facebook Incorporation menangguhkan seluruh jaringan akun Instagram asal Rusia, Selasa (22/10). Facebook menilai ada sejumlah desain politik yang berpotensi memecah belah pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun depan.
Selain menangguhkan jaringan Instagram asal Rusia, Facebook juga menangguhkan tiga jaringan terpisah yang dioperasikan dari Iran. Lebih lanjut, platform media sosial terpopuler tersebut menunjukkan beberapa tautan yang mengarah ke Internet Research Agency (IRA) di Rusia.
Oleh Washington, IRA merupakan organisasi yang diduga ikut campur dalam pemilihan umum Amerika Serikat 2016 silam.
“Kami melihat operasi ini menargetkan sebagian besar debat publik AS dan terlibat dalam sejumlah masalalah politik dan berpotensi memecah belah Amerika Serikat sekarang,” ungkap Kepala Kebijakan Cybersecurity Facebook, Nathaniel Gleicher, kepada Reuters.
“Setiap kali anda melakukan itu, sebagian dari apa yang anda lihat adalah topik yang mungkin saja dapat mempengaruhi anda saat pemlihan. Tetapi, saya tidak bisa mengatakan dengan tepat apa sebenarnya tujuan mereka,” sambung Gleicher.
Selain memblokir sejumlah akun instagram yang dioperasikan dari Rusia, Facebook juga mengumumkan sejumlah langkah guna memerangi campur tangan pihak asing serta masifnya penyebaran informasi palsu jelang pemilihan Presiden November 2020 mendatang.
Terkait hal ini, Pemerintah AS menegur Rusia dan Iran serta sejumlah negara yang berpotensi mempengaruhi hasil pemlihan presiden tahun depan. Akan tetapi, Moskow dan Teheran menolak tuduhan tersebut.
“Mereka berfokus pada pengembangan audiensi yang merupakan hal yang anda lakukan pertama kali ketika anda mencoba untuk mengatur sebuah operasi,” pungkas Gleicher. [Mohamad Deny Irawan]





















