Dhaka, Gontornews — Bangladesh menyebut bahwa klaim kedutaan besar Myanmar di Bangladesh bahwa ada pemulangan 29 etnis Rohingya dari Bangladesh merupakan propaganda.
Seorang pejabat Bangladesh yang mengurus tentang repatriasi etnis Rohingya menyebutkan, proses repatriasi seizin dan sepengetahuan Refugee Relief and Repatriaton Comission (RRRC) dan United Nations High Comission of Refugee (UNHCR).
“Kami tidak memiliki informasi tentang ini. Jika seseorang pengungsi ingin dipulangkan, mereka harus mengikuti proses yang dijaga oleh RRRC dan UNHCR,” kata Ketua RRRC, Mahbub Alam Talukder, sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Talukder menambahkan tidak ada orang-orang yang terdaftar di kamp-kamp pengungsi di Cox’s Bazar yang telah dipulangkan kembali ke Myanmar. Talukder menyebut Myanmar kerap kali melakukan propaganda seputar repatriasi pengungsi Rohingya.
Sebelum mengklaim 29 pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar, Kedutaan Besar Myanmar untuk Bangladesh juga mengklaim ada 351 etnis Rohingya secara sukarela telah kembali ke Bangladesh sementara beberapa orang lagi ingin sekali kembali ke Myanmar.
“Pemerintah Myanmar melakukan upaya terbaik untuk melakukan repatriasi secara aman, lancar, berkelanjutan dan sesuai dengan instrumen bilateral yang ditandatangani oleh Pemerintah Bangladesh serta kerja sama erat dengan organisasi-organisasi PBB,” ungkap postingan Kedutaan Besar Myanmar untuk Bangladesh.
Hingga saat ini, belum ada upaya repatriasi yang berhasil dilakukan. Gagalnya repatriasi di dua kesempatan terakhir disebabkan karena pengungsi enggan kembali ke kampung halamannya di Rakhine, Myanmar. [Mohamad Deny Irawan]






















