Bojonegoro, Gontornews — LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) Nurul Hayat Bojonegoro, kembali hadir mewujudkan program Surga Desa (Sumur untuk Warga Desa). Gerakan kemanusiaan ini berlangsung sejak bulan September sampai November 2019.
Target kota yang disasar antara lain, Malang, Tuban, Gresik, Bojonegoro, Banyuwangi, Jember, Solo, Semarang, Jogjakarta dan lainnya. Program ini sangat diprioritaskan di pelosok-pelosok desa yang setiap tahun mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.
Menurut Kepala Cabang Nurul Hayat Bojonegoro, Suluh Adi Gunawan, tahun ini Surga Desa diwujudkan dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki di 12 Kecamatan 22 Desa yang tersebar di wilayah Bojonegoro.
Selain itu, juga diwujudkan pembuatan sumur bor di tiga lokasi terdampak kekeringan di wilayah selatan dan barat Bojonegoro. Tepatnya yaitu di Desa Mulyorejo, Kec. Tambakrejo, Desa Sumberejokidul, Kec. Sukosewu, dan Desa Leran Kec Kalitidu.
“Di tiga lokasi tersebut, setelah dilakukan survei dan dicari titik sumber air oleh tim relawan, langsung dibuatkan sumur bor,” sambungnya. Nantinya, dari sumur yang ada di tengah sawah dan berjarak sekitar 700 meter dari pemukiman warga, air akan dialirkan ke tengah balai Desa Sumberejokidul menggunakan paralon berukuran besar.
“Airnya akan kita tampung di tendon besar dahulu, baru kemudian bisa dimanfaatkan untuk warga yang terdampak kekeringan,” tambah Suluh.
Data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, lanjutnya, terdapat sekitar 19 kecamatan 72 desa 120 dusun yang terdampak kekeringan.
Daerah yang mengalami kekeringan di Bojonegoro lebih banyak di wilayah Bojonegoro bagian Selatan mulai dari Kecamatan Kepoh Baru, Sugihwaras, Kedungadem, Sukosewu, Temayang, Sumberjo, Ngasem, Kedewan, Malo, Purwosari, Ngambon, Ngraho dan daerah lainnya.
Mbah Sarni, salah satu warga yang datang mengambil air mengaku senang mendapat bantuan air bersih dari Nurul Hayat. Janda dhuafa tersebut berterima kasih atas adanya program ini, karena sebelumnya harus berjalan 1,5 km untuk mengambil air bersih di desa sebelah.
“Laporan terakhir, dikabarkan cuaca di sejumlah desa sudah mendung dan ada yang sudah gerimis,” pungkas Ahmad Muhajir, relawan NH kepada Gontornews.com. <Edithya Miranti>


















