Yogyakarta, Gontornews– Mahasiswi Program studi Pendidikan Agama Islam, Al-Ustadzh Inas Arna Ramadhanti (Semester 7) melakukan penelitian skripsi di perpustakaan Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Sebelas Maret dengan dosen pembimbing Al-Ustadz Alwi Yusron (selaku Dosen Psikologi UNIDA GONTOR), beliau memberikan saran agar dapat mengambil referensi di dua perpustakaan tersebut.
“ Oleh karena bahan yang dibutuhkan untuk penelitin skripsi banyak merujuk pada salah satu thesis mahasiswi UGM, akhirnya berdasarkan saran dari dosen pembimbing untuk pergi langsung ke perpustakaan UGM. Alhamdulillah banyak pengalaman selama penelitian berlangsung. perpustakaan dengan kapasitas besar dan lengkap dapat memuat berbagai macam buku lokal sampai internasional khususnya buku psikologi sebagai rujukan skripsi,” papar Inas Arna. Jum’at (1/11) .
Tempat yang terjaga sekaligus nyaman membuat banyak mahasiswa/i UGM yang senang memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat kunjungan rutin khususnya untuk mencari sumber pengetahuan baru.
“Fasilitas yang lengkap dan memadai tersedia computer di beberapa meja baca, proyektor, Ac, meja dan kursi, sofa, serta loker penyimpanan barang, Sehingga dapat memberikan rasa keamanan dan kenyamanan selama proses penyusunan skripsi di perpustakaan ini,” tambah Inas.
Selanjutnya, Ustazah Inas menjelaskan prosedur bagi pengunjung perpustakaan UGM, terkhusus untuk fakultas psikologi.
“Selama di dalam perpustakaan, peserta tidak diperkenankan membawa makanan, serta barang bawaan, peserta hanya diperbolehkan membawa tas yang telah disediakan dari perpustakaan, untuk di isi dengan barang bawaan yang dibutuhkan saja seperti leptop dan buku,” jelas Guru Gontor putri yang sedang menulis skripsi ini.
Di sisi lain, Ketika memasuki salah satu ruangan khusus thesis dan disertasi perpustakaan pusat UGM, dimana mayoritas pengunjungnya merupakan mahasiswa/i pasca sarjana.
“ Mereka banyak meluangkan waktunya di perpustakaan tersebut untuk mencari referensi atau sekedar membaca beberapa thesis dan disertasi milik mhasiswa UGM. Saya pun banyak bertanya tentang Skripsi yang sedang saya kerjakan di perpustakaan tersebut,” terangnya.
Menurut Ustadz Pembimbing skripsi Alwi Yusron menyatakan bahwa skripsi itu akan mudah jika dijadikan kawan, kemudian dalam mengerjakan semua hal harus selalu dilakukan dengan optimal dan maksimal.
“Kegiatan ini menjadi sebuah wadah motivasi besar untuk Mahasiswi, mengharuskan untuk selalu semangat dalam perkuliahan, serta mengerjakan semua hal harus secara optimal dan maksimal, bukan asal-asalan. Masa depan ada ditangan kita, menggarap skripsi akan mudah, ketika kita mampu menjadikan skripsi menjadi kawan bermain dan belajar bahkan kawan berjuang dalam perjalanan,” pesan ustadz Alwi Yusron, Selaku Dosen pembimbing Skripsi.
Selama kegiatan tersebut, banyak hal berkesan yang dapat diambil sebagai hikmah pendidikan dalam mengerjakan tugas akhir perkuliahan, bahwa segala sesuatunya harus benar-benar melibatkan Allah sepenuhnya.
“Skripsi yang baik adalah yang mampu dipertanggung jawabkan. Skripsi itu jangan terlalu di fikirkan, melainkan dikerjakan. Dimanapun, jangan pernah merasa malu bertanya. Karena pejuang ilmu itu hanya memiliki dua hal, percaya diri dan rendah hati. Ingat segala sesuatu harus benar-benar melibatkan Allah,” pesan ustadzah Inas Arna. [Sintya Kartika/Mahasiswi UNIDA Gontor Putri]






















