Ankara, Gontornews — Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu mengatakan bahwa Jerman dan Belanda telah sepakat untuk mengambil kembali tahanan Negara Islam (ISIS) Jerman dan Belanda dan keluarga mereka dari Turki, setelah Ankara mulai memulangkan para pejuang pekan ini.
Pada Senin (11/11), Turki mengatakan telah mendeportasi dua tahanan, yaitu satu orang berkebangsaan Jerman dan satu lagi orang Amerika, dan rencananya dalam beberapa hari mendatang, Turki akan mendeportasi 23 tahanan yang berasal dari negara-negara Eropa.
Selama serangan militer Turki yang menargetkan kelompok YPG Kurdi, Turki mengaku telah menangkap 287 tersangka ISIS dan menahan mereka bersama ratusan tahanan lainnya.
βKami memiliki kebijakan kami sendiri dan kami menerapkannya tanpa kompromi. Mereka yang ingin keluar dari jalan kami akan melakukannya, tetapi mereka yang tidak, akan menghadapi konsekuensinya,” kata Soylu di Provinsi Van, Rabu (13/11), dikutip Reuters
Soylu juga nenyampaikan ucapan terima kasih kepada Jerman dan Belanda atas keputusannya untuk bersedia mengambil kembali warganegara mereka yang telah menjadi anggota ISIS tersebut.
“Sampai kemarin malam, mereka telah mengonfirmasi bahwa kedua negara akan mengambil kembali teroris dari Daesh (Negara Islam) beserta istri, anak-anak dan yang lainnya,” katanya.
Setelah itu, Turki juga mengatakan akan mendeportasi tahanan ke Irlandia, Jerman, Prancis, dan Denmark.
Sementara itu, Selasa (12/11), Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner mengatakan bahwa Prancis akan mengambil kembali 11 tersangka anggota ISIS dari Turki. Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney juga mengatakan bahwa dua warga negara Irlandia yang akan dideportasi dari Turki memiliki hak untuk kembali ke Irlandia.
Pada hari Senin, polisi Yunani mengatakan bahwa polisi Turki datang ke pos perbatasan di kota Kasanies di Yunani dan meminta salah satu tahanan, seorang warga negara AS keturunan Arab, dirawat di Yunani karena ia telah ditangkap dan telah melebihi masa tinggalnya di Turki.[Devi Lusianawati]





















