Yogyakarta, Gontornews — Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir didampingi Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Litbang Dr Lincoln Arsyad dan Bendahara PP Muhammadiyah Dr Suyatno meluncurkan Muhammadiyah Online University (MOU), dalam acara milad ke 107 tahun persyarikatan ini di Sportorium UMY Yogyakarta, Senin malam (18/11).
Hal ini merupakan ikhtiar dalam rangka menyambut era baru dalam pembelajaran terkini. Sekretaris Majelis Dikti Dr Muhammad Sayuti menjelaskan, Muhammadiyah Online University menawarkan fleksibilitas belajar, unlimited akses untuk pembelajaran sepanjang hayat.
“Tanpa kenal perbedaan geografis, perbedaan waktu, dan hemat,” katanya dilansir dari laman pwmu.co.
Ada tiga program studi yang menjadi cikal bakal Muhammadiyah Online University: Teknik Informatika, Kesehatan Masyarakat, dan Manajemen. Sementara program studi lain S1 sampai S3 sedang disiapkan.
“Hal itu agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tandas Sayuti yang dosen Pasca Sarjana Universitas Ahmad Dahlan Yogya.
Tapi MOU secara fungsional akan beroperasi bersamaan dengan pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 di Surakarta.
Menurut dia, Muhammadiyah Online University adalah ijtihad untuk menawarkan pendidikan tinggi yang semakin dekat di hati masyarakat. “Dan antisipatif untuk masa depan,” ujarnya lagi.
Hal itu, kata Sayuti, juga bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk berlomba-lomba dalam kemajuan pendidikan.
Menurut dia, hingga saat ini Muhammadiyah telah mengelola 166 perguruan tinggi dan 1.700 program studi. Terdiri Diploma, S1, S2 dan program doktor. Di beberapa provinsi, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah telah melebihi PTN dan PTS lain dalam hal kualitas dan kuantitas.
”Untuk itulah Muhammadiyah juga ingin menyambut Revolusi Industri 4. 0 dengan menyiapkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah agar bisa beradaptasi secara cepat,” tandasnya.





















