Brussels, Gontornews — Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, mengecam tindakan Israel yang berniat untuk mendirikan pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Palestina. Menurut Mogherini, tindakan Israel tersebutmelanggar kesepakatan hukum internasional.
“Uni Eropa meminta Israel untuk mengakhiri semua aktifitas penyelesaian atas kekuatan pendudukan,” kata Mogherini sebagaimana dilansir Reuters.
Komentar Mogherini disampaikan tidak lama setelah Amerika Serikat mendukung Israel dalam membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Padahal, empat dekade silam, AS mengecam pendudukan Israel di Tepi Barat, Palestina.
“(Keputusan AS) sepenuhnya bertentangan dengan hukum internasional yang berlaku,” ungkap Juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas.
Sementara itu, Israel menegaskan akan melanjutkan program pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Pedana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Amerika Serikat sembari mendorong negara-negara lain mengambil sikap yang sama dengan mendukung pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina tersebut.
Pasca pernyataan Pompeo, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Gaza melarang warganya untuk bepergian ke Jerusalem, Tepi Barat dan Gaza.
“Kedutaan Besar AS menghimbau warga negaranya untuk mempertimbangkan perjalanan ke atau melalui Jerusalem, Tepi Barat atau Gaza sebagai bentuk kewaspadaan serta mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesadaran keamanan sehubungan dengan potensi meningkatnya kondisi di wilayah tersebut,” ungkap pernyataan resmi Kedutaan Besar AS di Gaza.
“Individu dan keompok yang menentang aturan terbaru Menteri Luar Negeri dapat menargetkan fasilitasn pemerintah, kepentingan pribadi ataupun warga AS,” pungkas pernyataan resmi Kedubes AS di Gaza. [Mohamad Deny Irawan]























