Singapura, Gontornews — Satgas anti Hoax Singapura meminta anggota partai oposisi, Brad Bowyer, untuk mengubah postingan yang mempertanyakan independensi Temasek dan GIC. Menurut Menteri Keuangan Singapura, postingan tersebut tidak tepat dan berpotensi mempengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Menteri Keuangan telah menginstruksikan kantor POFMA untuk mengeluarkan perintah koreksi kepada Mr Brad Bowyer sehubungan dengan postingan Facebook-nya pada 13 November 2019 pukul 7.46 pagi,” ungkap pernyataan resmi POFMA, Senin (25/11).
POFMA memiliki kepanjangan dari the Protection from Online Falsehoods and Manipulation Act. Organisasi yang berada di bawah kewenangan Infocomm Media Development Authority Singapura ini bertugas untuk memerangi penyebaran berita palsu yang disengaja. POFMA sendiri baru disahkan pada awal Oktober 2019 yang lalu atau 5 bulan setelah disahkan oleh Parlemen Singapura pada Mei 2019.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Keuangan mengatakan bahwa postingan Mr Bowyer mengindikasikan Pemerintah terlibat dalam keputusan investasi yang dilakukan oleh GIC maupun Tamasek.
“Postingan Mr Bowyer berisi pernyataan fakta yang salah dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerinntah,” kata Kementerian Keuangan dalam pernyataan resmi yang dilansir Channel News Asia.
“Ia perlu menyatakan hal ini sebagai catatan: GIC dan Tamasek beroperasi secara komersial. Pemerintah tidak terlibat dalam keputusan investasi yang mereka lakukan,” tambah pernyataan resmi Kementerian Keuangan Singapura.
Sementara itu, Bowyer yang merupakan politisi dari Progress Singapura Party (PSP) mengatakan tidak akan menyangkal permintaan tersebut dan akan melakukan koreksi selama hal tersebut dilakukan untuk kepentingan umum.
“Saya tidak menentang jika diminta untuk membuat klarifikasi atau koreksi terutama jika hal ini berkaitan dengan kepentingan umum,” tutur Bowyer.
“Secara umum, saya memperingatkan semua orang yang mengomentari politik dalam negeri kita dan masalah sosial untuk melakukan dengan hati-hati dan lebih perhatian terutama jika anda berbicara dari tempat atau posisi berpengaruh,” tutup Bowyer menambahkan. [Mohamad Deny Irawan]





















