Beirut, Gontornews — Politisi sekaligus Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, mengatakan bahwa pembentukan pemerintahan Lebanon yang baru pascamundurnya Saad Al-Hariri sebagai Perdana Menteri berhasil mendapatkan kesepakatan dari sejumlah pihak.
Lebih lanjut, Bassil menjelaskan bahwa mayoritas dari kabinet pemerintahan diisi oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya.
โKami memiliki harapan bahwa akhir masalah ini akan berakhir bahagia,โ ungkap Menteri Luar Negeri Lebanon, Gebran Bassil, sebagaimana dilansir Reuters.
Beberapa sumber politik di Lebanon mengungkapkan bahwa pengusaha Lebanon, Samir Al-Khatib, disebut-sebut sebagai kandidat kuat calon Perdana Menteri Lebanon selanjutnya.
Mantan PM Lebanon, Saad Al-Hariri, secara terang-terangan, mendukung pengangatakan Al-Khatib sebagai Perdana Menteri Lebanon yang baru. Baginya, pembentukan kabinet pemerintahan berlatarbelakang teknokrat dibutuhkan ketimbang kabinet berlatarbelakang politisi semata.
Puncak krisis ekonomi di Lebanon memuncak dengan menurunnya mata uang Pound Lebanon terhadap dolar AS. Akibatnya, angka impor menurun dan menyebabkan tingginya harga. Bank Lebanon bahkan telah membatasi penarikan dolar srta memblokir hampir semua transfer ke luar negeri. [Mohamad Deny Irawan]





















