Bangkok, Gontornews — Elizabeth Diana Dewi adalah alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor Putri di Sambirejo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, tahun 1999 akhir. Lahir di Jakarta pada 12 Oktober 1980.
Dengan restu suami, Dewi lantas bertugas sebagai Pejabat Dinas Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri RI sejak tahun 2007. Negara-negara tempat bertugasnya yaitu Belanda (2008, internship) dan Thailand (2013-2016, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler).
Menurutnya, potensi yang dititipkan Allah SWT perlu penyaluran. Terlebih jika menyangkut pada maslahat banyak orang. “Termasuk ketika saya memilih untuk menjadi seorang birokrat dan diplomat,” tutur sang magister jebolan Monash University, Melbourne kepada Gontornews.com.
Pelajaran paling berharga yang ditanamkan Gontor adalah bekerja secara mutqin (meyakinkan). “Allah is watching” adalah motivasi di saat lelah dan jenuh, bukan CCTV.
Pada masa penugasan tersebut, ia banyak menangani kasus WNI dari berbagai latar belakang. Kasus-kasus tersebut antara lain, kasus WNI residivis yang dipenjara, Anak Buah Kapal (ABK) korban trafficking, jamaah umrah transit yang terlantar atau sakit hingga meninggal dunia.
Ibeth kemudian mencoba untuk berbagi pengalaman bahwa pernah suatu ketika ia dan tim harus menangani kasus WNI yang menjadi korban ledakan bom Bangkok (2015) dan tabrakan mobil (2016). Kebetulan yang menjadi korban saat itu adalah WNI keturunan etnis Tionghoa.
Secara mengejutkan, kedua korban bertutur bahwa dirinya tidak menyangka akan mendapatkan pertolongan dan pelayanan perlindungan dari seorang birokrat di luar negeri dan apalagi berkerudung.
“Karena tidak tanggung-tanggung, kami bertugas mulai dari Rumah Sakit, mencari korban di kamar jenazah, hingga berurusan dengan pihak polisi dan memulangkan jenazah ke tanah air,” jelasnya.
Di situlah esensi menjalankan peran yang telah diamanahkan, ikhlas, bertanggung jawab, juga tanpa melihat latar belakang orang lain diperlihatkannya. Dan kepuasan inilah yang dinamakan berkah atau ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan.<Edithya Miranti>





















