Beirut, Gontornews — Politisi Sunni, Saad Al-Hariri, berpeluang besar untuk kembali menduduki kursi Perdana Menteri Lebanon yang ditinggalkannya akhir 27 oktober lalu. Hariri disebut-sebut akan dilantik kembali sebagai Perdana Menteri pada Senin (16/12) jika tidak ada halangan.
Salah satu halangan yang berpeluang menjegal Hariri sebagai Perdana Menteri Lebanon adalah retaknya hubungan politik di Lebanon.
Di satu sisi, Hariri merupakan sekutu Barat dan politisi Sunni terkemuka di Lebanon. Ia bahkan dikenal secara luas sebagai satu-satunya kandidat terkuat Perdana Menteri Lebanon. Tapi di sisi lain, Hariri berselisih paham dengan gerakan Hizbullah yang didukung Iran dan sekutunya hingga Presiden Michel Aoun terkait susunan pemerintah selanjutnya.
Sebelumnya, Hariri sempat berkilah akan kembali ke posisi sebagai Perdana Menteri andai jajaran kabinet yang berasal dari teknokrat dan bukan dari kalangan politisi. Hariri menilai kabinet yang saat ini tidak mampu menanggulangi krisis ekonomi terburuk yang melanda Lebanon.
βSiapapun yang mencalonkan Hariri besok harus memastikan bahwa ia hanya akan membentuk pemerintahan dari kalangan spesialis,β kata seorang sumber yang dekat dengan Hariri kepada Reuters.
Andai Hariri tidak dilantik, Presiden Aoun harus mendapatkan dukungan sekitar 128 anggota parlemen untuk mengajukan kandidat Perdana Menteri yang baru.
Sementara itu, harian Asharq al-Awsat mengabarkan bahwa berdasarkan konsultasi antara parlemen dan Presiden Aoun, nama Hariri akan diganti. Pasalnya, hanya 76 dari 128 suara yang diperkirakan akan menyodorkan Hariri sebagai figur Perdana Menteri Lebanon yang tepat sementara sisanya menghendaki figur lain atau memilih untuk abstain.
Asharq al-Awsat juga mengetahui terdapat pertemuan antar Hariri dan Michel Aoun pada Sabtu (14/12) malam waktu setempat. Sumber lain mengatakan bahwa Hezbollah tidak akan mengajukan nama baru kandidat Perdana Menteri Lebanon dan memilih untuk mendukung sekutunya,
βAda kebutuhan untuk memfasilitasi pembentukan pemerintahan yang homogen yang mampu menghasilkan tim yang koheren yang akan menyelamatkan negara,β pungkas sumber yang dikutip Ashraq Al-Aswat. [Mohamad Deny Irawan]





















