Washington, Gontornews — Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan para pejabat tinggi AS telah memberi tahu Presiden Donald Trump tentang serangan terhadap kelompok Kataib Hizbollah yang didukung Iran di Irak.
“Kami tidak akan mendukung Republik Islam Iran yang membuat pria dan wanita Amerika dalam bahaya,” kata Pompeo kepada wartawan setelah briefing, yang berlangsung di klub Mar-a-Lago Trump di Palm Beach, Florida, AS.
Seperti dikutip Aljazeera, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Mark Esper menggambarkan serangan itu berhasil, dan mengatakan AS bisa mengambil “tindakan tambahan”.
AS menuduh kelompok Kataib Hizbollah (KH) ย melakukan serangan roket pada hari Jumat yang menewaskan seorang kontraktor sipil AS dan melukai empat anggota dinas AS, serta dua anggota Pasukan Keamanan Irak di dekat Kota Kirkuk yang kaya minyak.
“Pertanyaannya adalah apa reaksi yang akan terjadi, terutama dari Iran dan pemerintah Irak,” ujar Kenneth Katzman, seorang ahli di wilayah itu dan penulis Warriors of Islam: Garda Revolusi Iran, kepada Aljazeera.
“Perdana Menteri sementara yang telah berusaha bersikap ramah kepada kedua belah pihak (Iran dan AS) mengatakan itu adalah pelanggaran kedaulatan Irak sehingga serangan itu berpotensi menyebabkan masalah dalam hubungan AS-Irak.” [RM]





















