Depok, Gontornews — Istilah tantrum digunakan ketika anak menangis, merengek, menjerit, menendang, atau memukul.
Dr Rebecca Hershberg, psikolog anak usia dini, ini menjelaskan, “Temper tantrum pada anak dasarnya adalah pengalaman emosional yang luar biasa, yang anak tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.
“Seiring bertambahnya usia, lanjut pendiri Little House Calls Psychological Services, mereka akan menjadi lebih baik dalam menangani emosi mereka.
Dikutip parenting.orami.com, biasanya kemarahan anak sering dimulai pada usia sekitar satu hingga tiga tahun. Tantrum mulai jarang terjadi ketika seorang anak menjadi lebih mampu mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya.
Tantrum dapat terjadi kapan saja, terutama saat Anda mengajaknya pergi ke luar rumah. Seperti disadur hellosehat.com ada beberapa jurus jitu mengatasi tantrum pada anak di tempat umum.
Pertama, siapkan mainan, camilan, buku, atau benda lainnya untuk mengalihkan perhatian anak saat ia bosan dan emosinya memuncak.
Kedua, ajak si kecil beristirahat. Sebelum ia tantrum karena kelelahan berada di luar rumah, pastikan anak memiliki waktu untuk istirahat.
Ketiga, beri tahu anak kegiatan yang akan dijalaninya saat ke luar rumah. Anak biasanya akan cepat bosan dengan tempat yang tidak tidak membuatnya leluasa untuk bergerak.
Ia mungkin merengek pada Anda untuk segera pulang ke rumah. Untuk mencegah anak tantrum di tempat umum, beri tahu ia mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan selanjutnya.
Keempat, memberi pujian. Ketika anak ikut ke luar rumah, tentu akan ada banyak aturan seperti bersikap manis, tidak boleh menangis, dan lainnya. Semua itu tentu membutuhkan kerja keras dari si anak.
Nah, agar anak merasa bahagia dan puas atas segala usahanya, orangtua bisa memberi pujian atau apresiasi kecil untuk anak. Misalnya dengan membelai lembut rambutnya, tersenyum, atau memberi hadiah kecil kepada anak. [Edithya Miranti]





















