Aleppo, Gontornews — Sebuah kesepakatan gencatan senjata untuk mengevakuasi puluhan ribu pejuang dan warga sipil dari wilayah yang dikuasai pemberontak yang tersisa di Aleppo timur telah ditangguhkan.
Berbicara kepada kantor berita Reuters, Jumat (16/12), seorang pejabat pemerintah Suriah yang mengawasi operasi mengatakan, evakuasi itu ditangguhkan karena ada “penghalang”.
Kantor berita yang dikelola pemerintah, SANA, melaporkan bahwa lebih dari 8.000 warga Aleppo timur, termasuk di antaranya para pejuang, telah dievakuasi.
Sementara itu, kantor berita Turki mengatakan, pasukan pro-pemerintah telah menyerang konvoi. Berbicara kepada Reuters, seorang komandan pemberontak mengonfirmasi klaim itu.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, pembicaraan antara pemerintah dan pasukan oposisi Suriah akan berlangsung segera di Kazakhstan. Dia menambahkan, Turki tidak akan berbicara langsung kepada pejabat pemerintah Suriah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan sebelumnya, ia bekerjasama dengan Turki untuk mencoba dan memulai seri baru pembicaraan perdamaian Suriah yang bertujuan untuk mengamankan gencatan senjata nasional.
Sebagai bagian dari kesepakatan antara Turki dan Rusia, puluhan ribu pemberontak dan warga sipil seharusnya dievakuasi dari Aleppo timur ke Idlib yang dikuasai pemberontak, yang memungkinkan pemerintah Suriah untuk mengambil kontrol penuh dari kota itu.
Operasi telah dimulai pada hari Kamis dan diperkirakan memakan waktu beberapa hari. [Rusdiono Mukri]




















