Depok, Gontornews — Bercerita ternyata mampu melatih kemampuan berbahasa bayi. Biasanya pada anak usia 2 tahun, kemampuan berbahasanya akan terus berkembang. Hal ini menyebabkan ia lebih mudah mengerti kata-kata yang ditujukan padanya.
Disampaikan Kak Eka Wardhana, SPsi, pemerhati anak, kepada Gontornews.com, bahwa kesempatan tersebut sebaiknya dimanfaatkan orangtua atau pendidik untuk mulai menyisipkan kegiatan ringan yakni bercerita sangat sederhana atau tanpa alur, sedikit demi sedikit. Sebab lagi-lagi inilah awal perjuangan untuk dapat memaksimalkan kemampuan berbahasa anak ke depan.
“Menginjak usia 2,5 tahun, biasanya anak akan mulai mengikuti hal-hal yang bersifat rutin atau keseharian dengan kaku,” terang penulis lebih dari 490 judul buku anak itu dalam Kulwapp (Kuliah WhatsApp) bertema, “Mengoptimalkan Masa Golden Age Anak”.
Contohnya, memakai baju yang sama, makan makanan yang sama,dan melakukan satu kegiatan dalam urutan yang sama. Artinya, pada usia tersebut orangtua lebih dimudahkan untuk rutin bercerita sebab bayi pun bisa menerima bercerita sebagai kegiatan rutinnya.
Ketika anak memasuki fase usia 3 sampai 3,5 tahun, ia mulai mengalami kemajuan besar dalam menguasai kosa kata dan bahasa. Anak juga mudah tertarik pada kata-kata baru, sehingga disinilah orangtua bisa lebih banyak mengenalkan kosa kata baru dalam setiap cerita. Biasanya contoh kata-kata baru pada usia ini seperti, kejutan, tebak, beda, rahasia, dan lainnya.
“Karenanya, bercerita mampu membantu anak menyerap kosa kata baru,” urai pendongeng sekaligus penulis lagu anak itu. Dan hal ini bisa terus berkembang sesuai dengan perkembangan otak anak dan stimulasi yang rutin diberikan oleh orang-orang di sekitarnya. <Edithya Miranti>


















