Manila, Gontornews — Seismolog memperkirakan bahwa kondisi gunung berapi Taal di Filipina tampak mulai mereda, Kamis (16/1). Meski demikian, mereka tetap mengatakan bahwa kondisi masih berbahaya seraya meminta kepada pihak berwenang untuk mengingatkan kepada para pengungsi agar tidak kembali ke rumah mereka.
“Kami sedang menganalisis apa arti ketenangan yang ditunjukkan oleh gunung berapi ini,” ungkap Seismolog dari Phillipines Institute Volcanology and Seismology (Phivolcs), Maria Antonia Bornas, kepada Reuters.
Bornas menambahkan bahwa saat ini air di danau Taal telah mengering sejak gunung berapi Taal memuntahkan lava pijar serta abu vulkanik, Ahad (12/1) waktu setempat.
Phivolcs, sebut Bornas, juga mengamati bahwa seharusnya aktivitas vulkanik sebuah gunung berapi akan mereda setelah mereka memuntahkan lava pijar. Namun, mereka masih mencatat lebih dari 100 gempa tremor sejak Rabu (15/1) yang berarti bahwa aktifitas magma masih terus meningkat.
Setidaknya 53.000 penduduk Taal telah meninggalkan rumah mereka untuk dievakuasi di lokasi-lokasi yang aman. Akan tetapi, ribuan warga lain menolak untuk dievakuasi dan tetap bertahan di kediaman mereka yang berada kurang dari 14 km radius aman letusan gunung berapi Taal.
Sementara di Kota Tagaytay, pemerintah telah mengaktifkan kembali layanan layanan listrik dan sejumlah pengusaha telah kembali ke kediaman masing-masing seraya membersihkan abu vulkanik pascaletusan gunung Talla yang lalu.
Meskipun Gunung Taal berukuran kecil, 311 mdpl, tetapi gunung Taal memiliki sejarah yang mematikan. Pada tahun 1911, letusan Gunung Taal menyebabkan 1.300 orang tewas.
Sepanjang sejarah, gunung Taal telah meletus lebih dari 30 kali setidaknya dalam 5 abad terakhir dengan letusan terakhir terjadi pada 1977. [Mohamad Deny Irawan]






















