Baghdad, Gontornews — Pasukan Keamanan Irak telah membunuh dua demonstran di Ibukota, Baghdad, Jumat (17/1). Keduanya tewas akibat terkena gas air mata saat melakukan aksi demonstrasi yang menuntut perubahan di Irak.
Menurut para aktivis dan pejabat setempat, pasukan keamanan menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran yang mencoba merusak jembatan Sinak di kota tersebut.
“Polisi anti huru hara menembakan gas air matavdan meledakan bom saat pengunjuk rasa memcoba memecahkan barikade yang terbuat dari semen,” jelas para saksi mata kepada The Associated Press.
Sebuah sumber medis mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa salah satu korban tewas akibat serangan gas air mata yang langsung mengenai lehernya.
Sementara itu, Juru Bicara Perdana Menteri membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan jika pasukan keamanan telah berupaya menghentikan aksi para demonstran selama berjam-jam.
“Para demonstran menyerang barikade di daerah jembatan Sinak,” katanya.
Jembatan yang berada dekat dengan pusat Tahrir Square di ibu kota merupakan tempat ribuan orang bertahan dengan menggunakan kemah selama berbulan-bulan. Akibat bentrokan yang terjadi baru-baru ini menyebabkan pihak berwenang membatasi akses ke persimpangan bagi para demonstran.
Sejak 1 Oktober tahun lalu, aksi protes massa telah mencengkeram Irak. Para pengunjuk rasa menuntut reformasi besar-besaran, kepemimpinan baru dan pemilihan cepat.
Para demonstran tersebut melihat sistem politik yang ada saat ini di Irak sangat korup dan membuat sebagian besar rakyat Irak dalam kemiskinan.
Lebih dari 450 orang telah terbunuh sejak demonstrasi terjadi. Jumat pekan lalu, di Kota Basra, Irak Selatan, sejumlah pria bersenjata membunuh dua wartawan setempat yang sedang meliput aksi protes.
Para pengunjuk rasa bertahan dengan turun ke jalan meskipun perhatian beralih ke ancaman konflik AS-Iran setelah Washington membunuh jenderal tertinggi Teheran dalam serangan udara di Irak.[Devi Lusiana]





















