Jakarta, Gontornews — Pemerintah Cina menolak keras tunduhan telah menggunakan senjata biologis untuk menyerang Indonesia. Cina juga membantah isu bahwa Beijing menggunakan “senjata biologis” untuk menghancurkan perekonomian Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Kedutaan Besar Cina di Jakarta, menanggapi laporan empat warga negara Cina ditangkap karena menanam benih cabai impor yang terinfeksi bakteri berbahaya di wilayah Indonesia belum lama ini.
“Pemerintah Tiongkok selalu meminta warga negaranya agar menaati undang-undang dan peraturan setempat saat berada di luar negeri, menghormati adat istiadat setempat dan hidup rukun dengan masyarakat lokal,” demikian penyataan yang disampaikan kedutaan besar Cina di Jakarta.
Dalam pernyataan tersebut, Dubes Cina menegaskan, apabila terjadi kasus pelanggaran peraturan atau hukum oleh warga negara Cina secara individu di Indonesia, pihaknya menghormati penanganan yang adil, berdasarkan hukum dan fakta oleh penegak hukum Indonesia.
Di samping itu, lanjutnya, hak-hak yang sah warga negara Tiongkok tersebut diharapkan betul-betul terlindungi.
Menurut keterangan tersebut, kegiatan individu warga negara disalahtafsirkan sebagai kegiatan negara asalnya, dengan tuntutan sebagai “sebuah infiltrasi atau subversi untuk meruntuhkan ekonomi suatu negara”, dan “senjata biologis untuk menghancurkan ekonomi Indonesia”.
Hal ini, menurutnya, sama sekali tidak berdasarkan fakta, dan susah dipahami serta sangat mengkhawatirkan.
“Kami mengharapkan hubungan bilateral dan persahabatan rakyat antara Tiongkok dan Indonesia jangan sampai terganggu oleh hal itu,” tandasnya.
Bantahan itu sejatinya sudah keluarkan Dubes Xie pada 15 Desember lalu, tak lama setelah kasus benih cabai terkontaminasi bakteri berbahaya ramai diperbincangkan publik Indonesia di media sosial. Kasus benih cabai berbakteri dan isu konspirasi Beijing untuk melemahkan Indonesia ini juga diulas media Cina, Shanghaiist.
Sebelumnya, Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta membakar dan memusnahkan setidaknya 5000 bibit batang cabai mengandung bakteri berbahaya. Bibit cabai ini dibawa dan ditanam oleh warga Cina di daerah Bogor.
”Masih belum pada nyadar juga serangan China ke negeri ini begitu nyata di berbagai lini? Dari narkoba, buruh gelap, skrg bakteri cabe!,” tulis salah satu pengguna Twitter @BoengParno. [Ahmad Muhajir/Rus]




















