Jakarta, Gontornews – Jutaan saudara Muslim di Suriah hidup di bawah bayang-bayang teror setiap saat. Mereka hidup dalam keterbatasan pangan, keamanan, dan kebimbangan. Tim Sympathy of Solidarity (SOS) ke-11 Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali berangkat ke Suriah melalui Turki untuk meringankan penderitaan warga Muslim di Suriah, khususnya Aleppo.
Pada misi kemanusiaan kali ini, tim SOS dari ACT menyiapkan bantuan senilai Rp 5 miliar untuk meringankan penderitaan bagi rakyat Suriah yang diperkirakan tiba Rabu (21/12) dini hari.
Sejak pertama kali konflik kemanusiaan Suriah meletus, Aleppo menjadi pusat pertempuran dan perebutan berbagai pihak. Tidak terbantahkan, ribuan warga Suriah yang bermukim di Aleppo kehilangan harapan dan rasa aman. Mereka senantiasa dihantui rasa takut akan serangan dari berbagai arah, dihujani bom dan senjata kimia, hingga terusir dari rumahnya.
Warga yang berhasil selamat masih menunggu jalannya proses evakuasi dan menantikan bantuan kepedulian di tengah kepungan pasukan rezim Bashar al-Assad.
“Pengiriman akan terus dilakukan secara bergelombang. Prioritas bantuan adalah kebutuhan pangan, sandang, tenda, obat-obatan, dan pembangunan pabrik roti untuk mensuplai kebutuhan pangan para pengungsi secara berkelanjutan,” jelas Ahyudin, Presiden ACT.
Bukan kali pertama tim SOS berhasil mendarat di Suriah dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Sejak setahun konflik pecah hingga sebulan yang lalu, tim SOS terus menyalurkan bantuan untuk meringankan penderitaan warga Suriah.
Sementara pada misi kali ini, tim SOS ACT akan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para korban dan mulai mempersiapkan rencana jangka panjang untuk membangun pabrik roti sebagai makanan utama warga Suriah.
“Tiap langkah yang dilakukan untuk Suriah terlebih Aleppo harus dalam bingkai aksi untuk sekian tahun ke depan, aksi jangka panjang untuk meringankan beban jutaan pengungsi Suriah,” tambah Ahyudin.
Selain terus berupaya merealisasikan pembangunan pabrik roti, tambah Ahyudin, ACT juga akan menginisiasi kantor perwakilan resmi di Turki sekaligus menyiapkan markas khusus untuk menampung relawan dan para donor Indonesia yang dipastikan akan berdatangan memberi bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi Aleppo.
Kantor perwakilan resmi ACT di Istanbul, Gaziantep, atau Reyhanli akan menjadi penegas bahwa bangsa Indonesia punya komitmen jangka panjang untuk meredam krisis kemanusiaan yang sedang membubung di Suriah. [Mohamad Deny Irawan/Rus]



















