Kabul, Gontornews — Sejumlah pria bersenjata menembak mati sembilan pengguna narkoba di Kabul, kata para pejabat pada hari Ahad (16/2).
Penyalahgunaan narkoba di Afghanistan, yang merupakan produsen opium terbesar di dunia, sudah kronis.
Tetapi insiden penembakan itu juga merupakan kasus yang jarang terjadi di Afghanistan. Kekerasan itu tampaknya terkoordinasi terhadap para pecandu narkoba.
Motif serangan yang dilakukan oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di Kabul itu belum diketahui dan polisi mengatakan sedang menyelidiki insiden itu.
Para lelaki itu tidur di tempat terbuka dan pemeriksaan forensik menunjukkan mereka pengguna narkoba.
“Penembakan itu terjadi di sisi Gunung Qargha,” kata juru bicara kepolisian Kabul, Ferdaus Faramarz, kepada kantor berita Reuters.
Diperkirakan ada 2,5 juta pengguna narkoba di Afghanistan, kata Kementerian Kesehatan Masyarakat.
Mereka sebagian besar kecanduan heroin yang dibuat dari bunga opium yang tumbuh di Afghanistan.
Sekitar 20 ribu pengguna narkoba merupakan tunawisma. Separuh dari jumlah itu berada di Kabul.
“Ini krisis sosial,” kata Dr Shokoor Haidari, wakil departemen anti-narkoba kementerian.
Kementerian hanya dapat merawat 40 ribu orang per tahun. Sisanya memerlukan bantuan dari pihak lain.
โKurangnya layanan sosial, pengangguran dan kemudahan akses ke narkoba telah memicu penyalahgunaan narkoba di Afghanistan,โ kata Haidari dikutip Aljazeera.
Selain itu, cuaca musim dingin yang keras menewaskan sedikitnya 50 tunawisma pengguna narkoba dalam dua bulan terakhir, kata Kementerian Kesehatan Masyarakat.
Afghanistan telah menjadi produsen opium terbesar di dunia selama bertahun-tahun.
Bulan ini, Kementerian Dalam Negeri telah mengumumkan penangkapan lima pejabat tinggi polisi, termasuk kepala pasukan kontra-narkotika Kabul, karena diduga terlibat dalam perdagangan narkoba. []





















