Roma, Gontornews — Pemerintah Italia mengonfirmasi 3.089 kasus dan 107 kematian akibat virus korona. Pemerintah Italia pun menginstruksikkan penutupan semua sekolah, perguruan tinggi dan sejumlah langkah darurat lain untuk memperlambat penyebaran virus korona di Eropa tersebut.
Menteri Pendidikan Italia, Lucia Azzolina, mengatakan bahwa sekolah dan perguruan tinggi di seluruh negeri akan ditutup sejak Kamis (5/3) hingga Ahad (15/3) mendatang. Sejauh ini, baru sekolah-sekolah yang berada di Italia bagian Utara yang sudah menutup kegiatannya.
Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, menyatakan siap untuk melakukan langkah apapun demi memperlambat infeksi virus tersebut.
“Rumah sakit kami, dengan segala efisiensinya, berisiko kewalahan. Kami memiliki masalah dengan unit perawatan intensif,” ungkap Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, sebagaimanan dilansir Reuters.
Selain fasilitas publik, Pemerintah Italia juga menutup sejumlah agenda yang melibatkan banyak warga serta mengizinkan interaksi satu meter agar dihormati. Penutupan bioskop, teater, larangan berjabat tangan atau berpelukan diterapkan oleh pemerintah Italia. Pemerintah juga memerintahkan semua acara olahraga dimainkan tanpa penonton.
“Saya (sudah) mengharapkan keputusan ini karena saya takut wabah tersebut masuk di sekolah,” kata seorang wali murid di sekolah Roma, Massimiliano Del Ninno.
“Bahkan jika kita berhadapan dengan sekelompok umur yang tampaknya tidak berisiko, mereka bisa saja jadi pembawa (virus korona),” imbuhnya.
Wakil Menteri Ekonomi Italia, Laura Castelli, juga mengatakan pemerintah menyadari masalah ini. Pemerintah, sambungnya, tengah mempersiapkan arahan yang memungkinkan orang tua tetap tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak. [Mohamad Deny Irawan]






















