Jakarta, Gontornews — Teknologi semakin hari semakin canggih. Jika internet dan handphone dulu masih dianggap “wah” sekarang hampir semua orang punya handphone yang terhubung dengan jaringan internet. Ya. Kini kita hidup di era smartphone yang bisa memudahkan banyak hal termasuk donasi dan membayar zakat bisa dilakukan lewat ponsel pintar yang kita punya.
Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan menjelaskan, sejak e-commerce dan fintech berkembang, semakin banyak masyarakat Indonesia yang bersedekah dan berzakat secara digital. “Ada kenaikan hingga 200 persen sejak 2017,” katanya dalam keterangan pers yang dikutip berbagai media (31/5/2019).
Sebaliknya pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara offline ke kantor cabang Dompet Dhuafa cenderung menurun. Jika tahun 2018 donasi dengan datang langsung mencapai Rp 1,5 miliar, di tahun 2019 nilai donasinya hanya Rp 700 juta. Sementara donasi digital meningkat hingga 80 persen dalam dua tahun terakhir. “Kami mencatat, 60 persen dari generasi muda yang berdonasi melalui platform digital. Jumlah ini cenderung naik tiap bulannya,” ujarnya.
Melihat tren zakat digital yang semakin populer saat ini, beberapa waktu lalu GoPay berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa, Global Zakat ACT, dan Griya Yatim & Dhuafa di GoZakat. Melalui kolaborasi ini tiga LAZ ini telah menambah daftar lembaga yang sudah tersedia di aplikasi Gojek sebelumnya.
Dengan bergabungnya Dompet Dhuafa, Global Zakat ACT, dan Griya Yatim & Dhuafa, pengguna GoPay bisa menyalurkan zakatnya ke sembilan LAZ, termasuk BAZNAS, Baitul Mal Hidayatullah, LazisMu, LazisNU, Rumah Yatim, dan Rumah Zakat. Bagi pengguna GoPay yang ingin membayar zakat cukup membuka fitur GoBills yang terdapat di aplikasi Gojek, pilih menu “Zakat” lalu masukkan jumlah yang ingin dibayarkan.
Managing Director GoPay, Budi Gandasoebrata mengatakan sejak donasi digital diperkenalkan kepada publik bersama BAZNAS pada bulan Ramadan 2018 lalu, pihaknya melihat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. “Hingga Oktober 2019, kenaikan donasi digital menggunakan GoPay mencapai 1300 kali lipat dan telah berhasil membantu mengumpulkan donasi senilai Rp 63 miliar,”jelasnya.
Sementara itu Head of Corporate Communications GoPay, Winny Triswandhani berharap, dengan semakin bertambahnya LAZ yang tersedia di fitur GoZakat ini masyarakat semakin terdorong untuk berzakat kapan saja karena mudah, aman dan transparan. “Inovasi GoZakat terus kami kembangkan guna membantu LAZ dalam menghimpun zakat sehingga dapat menjangkau donatur lebih luas lagi,”ungkap Winny dalam siaran persnya Selasa (04/02/2020).
Menurutnya, jangkauan dan basis pengguna GoPay yang luas menjadikan GoPay terus memimpin sektor filantropi dan sedekah digital. Sepanjang 2019 donasi digital yang menggunakan GoPay tumbuh 11 kali lipat. Lebih dari Rp 82 miliar donasi yang terkumpul via GoPay telah disalurkan ke lebih dari 400 organisasi nonprofit di 21 provinsi yang telah menjadi rekan program donasi digital GoPay for Good.
Direktur Resource Mobilization ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi menuturkan, saat ini membayar zakat semudah membuka aplikasi di ponsel pintar. “Zakat via GoBills ini merupakan inisiatif hebat GoPay dalam mendukung gerakan sosial, kemanusiaan dan pemberdayaan. Dengan cara ini masyarakat akan semakin terdorong untuk berzakat,”jelasnya.
Zakat payment via GoBills ini juga membuktikan bahwa Gojek tidak saja fokus sebagai platform layanan transportasi, tapi juga terdepan dalam kebaikan dan kepedulian. Merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Dompet Dhuafa bisa menjadi bagian dari aksi kolaborasi kebaikan ini.
Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Muhammad Arifin Purwakananta menjelaskan, Indonesia memiliki potensi zakat yang cukup besar, bahkan bisa mencapai Rp 252 triliun. “Kami melihat tren positif penggunaan sedekah digital oleh masyarakat, pada tahun 2018 pengumpulan zakat dari jalur digital naik dari dua persen menjadi enam persen, dan BAZNAS memprediksi kontribusi saluran digital dapat mencapai 30 persen pada tahun 2020” paparnya.
Arifin optimis dengan jaringan dan jangkauan GoPay yang luas hampir di seluruh Indonesia ikut membantu menyebarluaskan semangat zakat ke semua daerah. “Kami yakin bahwa potensi tersebut dapat dimaksimalkan melalui inovasi zakat digital yang dihadirkan oleh GoPay, apalagi mengingat jangkauan pengguna GoPay yang luas di seluruh Indonesia,” katanya.
Selain GoPay, BAZNAS juga berkolaborasi dengan penyedia layanan pembayaran digital lainnya, seperti OVO dan Jenius serta marketplace online seperti Tokopedia dan Bukalapak serta situs crowdfunding Kitabisa.com untuk layanan zakat dan donasi digital ini.
Dikutip bimasislam.kemenag.go.id,
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Fuad Nasar mengatakan, pembayaran zakat ke lembaga amil dan pemberian wakaf uang bisa dilakukan di mana saja. Sekarang sudah banyak sarana tersedia untuk beramal. Selain layanan di dalam kantor, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), fitur mobile banking terkoneksi dengan layanan zakat dan wakaf yang dikelola sejumlah lembaga yang terdaftar.
Bahkan dalam transaksi wakaf uang, pemberi wakaf bisa memilih nazhir dan penerima manfaat wakaf sesuai keinginan dalam transaksi melalui Virtual Account yang tersedia. Melalui platform digital zakat dan wakaf ini diharapkan dapat mendongkrak penerimaan dana dan semakin luas manfaatnya bagi umat serta menekan biaya operasional.
Umarul Faruq, pria yang bekerja di salah satu sekolah swasta di Bekasi ini mengakui, dengan teknologi masyarakat bisa semakin mudah membayar zakat. “Tidak ribet. Tapi memang ada minusnya dimana pelayanan informasi kepada muzakki belum ada. Zakat yang dibayarkan disalurkan ke mana, itu tidak ada laporannya. Itu kalau lewat ATM. Nggak tahu kalau pakai mobile, kali aja ada laporannya,” ungkapnya kepada Majalah Gontor. [Muhammad Khaerul Muttaqien]




















