Jakarta, Gontornews — Lembaga kemanusiaan ACT berencana memberangkatkan Kapal Kemanusiaan Palestina (KKP) yang akan membawa 10 ribu ton beras dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina, 21 Februari 2018, mendatang.
Saat ini tim ACT berjibaku menyiapkan beras, kapal, proses perizinan dan segala sesuatunya demi suksesnya pengiriman bantuan kemanusiaan itu. Sebanyak 14 cabang ACT se-Indonesia dan Turki bergerak mengedukasi publik dan menggalang kepedulian. Sejak Senin (15/1), Presiden ACT Ahyudin hadir di Blora, Jawa Tengah, memantau persiapan pengadaan beras untuk Palestina.
Sebelumnya, ACT berhasil menghimpun dan mengirim 1.000 ton beras ke Somalia dan 2000 ton beras ke Bangladesh (untuk pengungsi Rohingya).
βSaya yakin Kabupaten Blora dan sekitarnya akan menjadi proyek kemanusiaan yang besar yang levelnya tidak hanya nasional namun internasional. Seperti saat momen Kapal Kemanusiaan untuk Afrika dan Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya. Kapal Kemanusiaan untuk Palestina ini akan lebih besar, lebih fenomenal dan lebih ideologis,β ungkap Ahyudin, saat meninjau persiapan pengepakan beras di gudang Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) ACT di Kecamatan Cepu, Senin (15/1).
βSukses menyiapkan 10.000 ton beras melalui KKP, salah satu momentum masyarakat untuk ikut berkontribusi secara nyata untuk membantu warga Palestina,β ujarnya.
Kapal Kemanusiaan untuk Palestina ini, imbuh Ahyudin, merupakan peristiwa sejarah bagi bangsa Indonesia. Program ini lebih besar target sasarannya ke dalam negeri sendiri. Program KKP mengedukasi rakyat Indonesia untuk memiliki kepedulian terhadap rakyat Palestina, memiliki perasaan keumatan dan spirit ukhuwah yang kuat.
KKP juga menjadi ekspresi βdiplomasi berasβ bangsa Indonesia. Dahulu, pengiriman bantuan beras ke India berbuah pemberian perlengkapan pertanian dan obat-obatan dari India (saat Indonesia belum memproduksi barang-barang itu) untuk Indonesia. Kini, KKP insya Allah akan berbuah sesuatu yang lebih besar, yakni doa tulus bangsa Palestina serta kepercayaan dan penghormatan dunia untuk bangsa Indonesia.
Seremoni pelepasan KKP yang berupa konvoi kontainer beras akan dilepas dari Kecamatan Cepu, Blora, menuju Terminal Petikemas Surabaya. Pelepasan tersebut akan dibarengi dengan peluncuran Program Desa Wakaf, di mana Kabupaten Blora menjadi salah satu percontohan Program Desa Wakaf-ACT.
βBantuan beras untuk Palestina melalui Program KKP ini menunjukkan hebatnya bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia tak sekadar mengejar swasembada pangan. Lebih dari itu, bangsa ini pun mampu berbagi,β ungkap Ahyudin.[]





















