Islamabad, Gontornews — Seiring meningkatnya tensi serta memanasnya hubungan dua negara tetangga yaitu India-Pakistan akibat penyerangan pasukan India di Kashmir, India dan Pakistan menarik Duta Besarnya masing-masing. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Pakistan mengumumkan bahwa pihaknya telah menarik pulang Duta Besarnya dari India.
“Kami telah menarik perwakilan resmi kami di India untuk berkonsultasi (dengan pemerintah Pakistan). Ia telah meninggalkan New Delhi, Senin pagi (18/2),” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Mohammad Faisal, sebagaimana dilansir Reuters.
Sementara itu, India juga melakukan langkah serupa untuk menarik Duta Besarnya dari Pakistan sejak pekan lalu.
Sebelumnya, sebuah bom bunuh diri berhasil menewaskan 44 pasukan paramiliter India di Kashmir, Jum’at (15/2). Kelompok militan yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammad (JeM) mengaku sebagai pihak bertanggungjawab atas serangan paling mematikan sepanjang satu dekade terakhir.
“Kami menutut Pakistan untuk menghentikan dukungannya terhadap teror dan kelompok teroris yang beroperasi di wilayahnya, membongkar seluruh bangunan diduga markas teroris untuk melancarkan serangannya di negara-negara lain,” ungkap pernyatan resmi Kementerian Luar Negeri India.
Tidak tinggal diam, Pakistan pun menolak anggapan tersebut seraya mengeluarkan pernyataannya resmi terkait insiden memprihatinkan tersebut.
“Kami sangat menolak setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh sejumlah elemen pemerintahan India serta kalangan media yang berusaha menghubungan serangan tersebut dengan Pakistan tanpa upaya penyelidikan,” balas Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak tanggapan India soal insiden bom Kashmir.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, pun mengutuk tindakan yang disebutnya sebagai tindakan pengecut.
“Saya mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia,” kata Modi dalam akun twitter nya. [Mohamad Deny Irawan]






















