Natuna, Gontornews — Sebayak 243 Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan berhasil dievakuasi ke Kepulauan Natuna, Indonesia. Alumni Gontor di Wuhan, Annisa Irba, Widyasari, memastikan bahwa ia dan WNI lainnya dalam kondisi sehat dan bebas dari virus korona.
“Alhamdulillah, saya sudah sudah berhasil dievakuasi dengan selamat dan sehat wal ‘afiyat,” ungkap Annisa Irba Widyasari kepada Gontornews.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengevakuasi 243 WNI dari Wuhan, Cina. Langkah ini dilakukan demi mengamankan WNI di Wuhan dari virus korona. Terhitung Rabu (5/2), virus korona telah menewaskan 493 orang dengan hampir 25.000 pasien tertular serta menyebar di 27 negara.
Dalam prosesnya, Pemerintah Indonesia menetapkan masa karantina selama 14 hari terhitung sejak 1 Februari 2020 di Narai, Kepulauan Natuna. Annisa Irba menjelaskan bahwa para WNI di Wuhan mendapatkan pelayanan yang baik.
“Kami mendapatkan makanan yang layak, tidur cukup serta rutn menjalani cek kesehatan.”
“Setiap hari kondisi kesehatan kami dipantau oleh petugas terkait. Petugas mengecek suhu badan kami serta meminta kami untuk menuliskan keluhan kesehatan yang kami miliki.”
“Petugas juga menyemprot kamar kami dengan cairan khusus sebagai langkah antisipasi,” tambahnya.
Berbeda dengan sejumlah negara, penanganan kasus virus korona di Indonesia dilakukan secara biasa tanpa atribut kesehatan anti-penularan virus korona.
“(Pakaian yang digunakan oleh) para petugas biasa saja. Mereka hanya menggunakan masker saja,” kata Annisa.
Annisa melanjutkan bahwa para WNI di Wuhan memaklumi penanganan virus korona di Kepulauan Natuna. Menurutnya, hal tersebut dilakukan demi kebaikan seluruh WNI yang tinggal di Wuhan.
“Alhamdulillah, proses karantina dilakukan demi kebaikan kita semua juga,” jelas wanita kelahiran Bulungan, Kalimantan Utara itu.
Selepas dari karantina di Natuna, Annisa dan rekan-rekan akan dikembalikan ke rumah masing-masing sampai situasi di Wuhan kembali normal.
“Kami akan kembali ke rumah masing-masing dulu sebelum kembali ke Wuhan atau sampai kondisinya kembali normal,” pungkas alumni Gontor di Natuna tersebut. [Mohamad Deny Irawan]




















