Dhaka, Gontornews — Amnesty International meminta pihak berwenang di Bangladesh untuk menghentikan pembunuhan yang dilakukan terhadap pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Cox’s Bazar.
“Pihak berwenang di Bangladesh harus menghormati dan melindungi hak asasi manusia pengungsi Rohingya termasuk hak kebebasan berkumpul, berekspresi dan bergerak secara damai serta hak-hak lain yang melekat pada pengungsi,” sebut pernyataan resmi Amnesty International sebagaimana dilansir Anadolu.
“Para korban tewas ditangkap dan dibawa ke lokasi netral dan kemudian terjadi aksi tembak-menembak yang merenggut nyawa lebih dari satu orang,” tambah pernyataan Amnesty.
Organisasi internasional yang bergerak di bidang hak asasi manusia itu juga meminta Pemerintah Bangladesh untuk melakukan investigasi untuk menanggulangi masalah ini.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan Kamal menolak anggapan bahwa mereka yang meninggal di kamp pengungsian adalah pengungsi Rohingya. Asaduzzaman mengklaim bahwa yang meninggal adalah pengedar narkoba.
“Mereka yang telah meninggal bukanlah pengungsi Rohingnya. Mereka adalah pedagang yaba (tablet narkoba),” kata Asaduzzaman Khan Kamal.
“Beberapa pedagang yaba telah terbunuh di sini dalam aksi baku tembak antara mereka dengan pihak kepolisian yang secara keliru dianggap sebagai pengungsi Rohingya,” tambahnya menutup pembicaraan. [Mohamad Deny Irawan]





















