Depok, Gontornews — Virus LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) merupakan bentuk penyimpangan seksual yang dilakukan kaum homoseksual. Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan Indonesia ke-26, mengungkapkan bahwa kehadiran gerakan ini di Indonesia adalah bagian dari perang proxy untuk menguasai suatu bangsa tanpa perlu mengirim pasukan militer.
“Sejak 15 tahun lalu, saya membuat tulisan perang modern, itu sama modelnya. Perang murah meriah,” ujarnya sebagaimana dikutip dalam buku LGBT, karya Prof Dr dr H Dadang Hawari. Ancaman perang proxy itu cukup berbahaya bagi Indonesia karena negara lain yang berkepentingan, tidak langsung berhadapan dengan calon jajahannya.
Dengan demikian, cukup masuk akal jika isu LGBT kerap disandingkan sebagai dalih demokrasi, HAM, dan rasionalisasi gen, tujuan lagi-lagi sebagai strategi penjajahan gaya baru. Prof Dr dr H Dadang Hawari, psikiater, kepada Gontornews mengatakan Robert O Blake, Dubes AS untuk RI, terkait hal ini menyatakan legalisasi LGBT.
Robert pun bahkan mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap serupa. Alasannya demi demokrasi, HAM, dan rasionalisasi gen. Padahal gerakan ini jelas telah berkontribusi besar merusak moral anak bangsa. Dan semua ini hanyalah bagian dari rekayasa ‘mereka’ untuk menguasai dunia. (Edithya Miranti)





















