Manila, Gontornews – Angin topan ‘Ompong’ atau Mangkhut melanda Filipina, Sabtu (15/9) dini hari waktu setempat. Badan Penanggulangan Bencana Filipina, The National Disaster Rist Reduction and Management Council (NDRRMC), memperkirakan setidaknya 5,2 juta berada di sekitar titik topan. Ratusan orang di sekitar tempat kejadian terpaksa diungsikan untuk menjaga keselamatan warga.
Reuters melansir setidaknya 3 orang tewas, banjir, tanah longsor dan pemadaman listrik di wilayah sekitar tempat kejadian.
Selain merusak sejumlah bangunan, media lokal Filipina, Rappler, melaporkan topan Mangkhut juga menyebabkan gelombang tinggi hingga 3 meter di daerah Ilocos Norte dan Ilocos Sur. Sedangkan di La Union dan Pangasinan, topan Mangkhut menyebabkan gelombang laut setinggi 2 meter. Akibatnya, sejumlah nelayan dipaksa untuk mendarat karena sinyal peringatan aktif terkait badai Mangkhut di Luzon, Visayas dan Mindanao.
Topan berkekuatan 200 Kph (kilo meter per Hour) tersebut juga membuat penerbangan domestik dan internasonal terhambat. 6000 penumpang di pelabuhan juga terpaksa harus mengurungkan niatnya akibat badai topan Mangkhut.
Selain Luzon, sejumlah daerah yang terkena dampak langsung topan Mangkhut adalah Visayas Barat, Semenanjung Zamboanga, Perkampungan muslim di Mindanao, Mimaropa, Bicol, Visayas Timur dan Visayas Pusat.
Pemerintah setempat juga mengingatkan para warga untuk mewaspadai potensi bajir bandang dan tanah longsor. Direktur Eksekutif Office of Civil Defence, Ricardo Jalad memastikan telah membentuk satuan tugas penanggulangan bencana yang fokus untuk memperlancar logistik dan telekomunkasi darurat. [Mohamad Deny Irawan]



















