Jakarta, Gontornews — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, Jumat (13/1/2023), meyakini Indonesia bisa lolos dari resesi global, baik di skala makro maupun mikro. Ia pun menyebut persatuan dan kesatuan antarwarga negara sebagai kata kunci Indonesia dari ancaman krisis ekonomi global.
Pada skala makro, Anwar Abbas menjelaskan bahwa pemerintah melakukan manajemen yang tepat melalui berbagai kebijakan ekonomi. Anwar menyontohkan kisah keberhasilan Nabi Yusuf dalam mengelola Mesir dalam menghadapai 7 tahun masa panen dan 7 tahun masa paceklik sebagai teladan yang patut ditiru.
Sedangkn skala mikro, Anwar mendorong warga untuk melibatkan faktor keimanan dan tawakal kepada Allah swt bahwa sejatinya rezeki berasal dari Allah SWT.
“Kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa urusan rezeki bukan dari perusahaan kita, bukan dari negara, bukan dari teman kita. Rezeki itu dari Allah SWT dan masing-masing dari kita sudah diatur rezekinya,” ungkap Anwar saat berbicara dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah.
“Krisis ini tidak bisa kita hadapi dengn baik kalau seandainya hati kita sebagai warga bangsa tidak menyatu. Oleh karena itu, bagi saya, peran pemerintah sangat penting. Kita berharap pemerintah bisa melakukan persatuan dan kesatuan di antara kita agar kuat. Sehingga tentu kita akan menang,“ sambungnya sebagaimana dilansir muhammadiyah.
Dalam renungannya, Anwar mengatakan ada kesesuaian antara perintah-perintah Tuhan tentang menjaga persatuan dengan krisis ekonomi yang terjadi. Ia meyakini bahwa rusaknya persatuan antara Rusia dan Ukraina membawa dampak pada terganggunya aliran rezeki dari Allah SWT.
“Persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak bagi kita sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat, warga bangsa dan warga dunia menjadi sangat penting,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]





















