Kuala Lumpur, Gontornews — Politisi senior Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut isu pelecehan seksual merupakan isu politik paling buruk yang pernah menerpanya. Pernyataan ini disampaikan Anwar jelang kongres tahunan Partai Pakatan Harapan (PKR), Kamis (5/12).
Sebelumnya, Anwar Ibrahim masuk penjara karena didakwa telah melakukan tindakan sodomi pada tahun 2000. Anwar lantas mendapatkan pengampunan dari kerajaan pada Mei 2018 dan lantas bergabung dengan Mahathir Mohamad untuk memenangi pemilihan umum yang lalu.
“Saya mendengar tentang ini sebulan yang lalu. Ini bukan hal baru, upaya untuk mencoba, mempengaruhi, menyuap atau apapun. Tetapi, (isu pelecehan seksual) adalah politik yang paling buruk,” kata Anwar Ibrahim sebagaimana dilansir Reuters.
“Kongres kita dilangsungkan dalam dua hari. Jadi Anda harus bisa mengantisipasi semua hal seperti ini,” tambah Anwar.
Tuduhan pelecehan seksual kembali dialami Anwar dan wakilnya Azmin Ali sebagai penantang potensial untuk jabatan perdana menteri yang dijanjikan kepada Anwar oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.
Selain Anwar, Azmin juga tengah mengalami isu skandal seks sesama jenis setelah beredarnya video yang menunjukkan ia tengah berhubungan seks dengan sesama jenis. Azmin membantah video tersebut.
Sebagai informasi, homoseksualitas di Malaysia merupakan tindakan ilegal dan diancam hukuman 20 tahun penjara serta cambuk jika terbukti bersalah. [Mohamad Deny Irawan]



















