Bogor, Gontornews – Halal Bihalal saat hari raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi civitas akademika Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor.
Meski pandemi coronavirus sedang menyapa negeri ini, namun hal itu tak menghalangi masyarakat untuk menggelar tradisi Halal Bihalal. Pertemuan secara fisik (offline) tidak dimungkinkan karena pandemi, maka acara Halal Bihalal pun dilakukan secara daring (online). Itulah yang dilakukan INAIS di hari Ahad (31/5).
Kendati dilakukan secara daring dengan aplikasi zoom, namun tidak mengurangi antusiasme civitas akademika INAIS untuk menyukseskan acara setahun sekali itu. “Alhamdulillah meski lockdown karena virus corona kita masih bisa bersilaturrahim,” ujar Rektor INAIS Dr HM Imdadun Rahmat SAg MSi dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu Imdadun menjelaskan makna dan manfaat Halal Bihalal. Menurutnya, makna Halal Bihalal yaitu menjalin silaturrahim. Merekatkan kembali hubungan yang retak dan memperkuat tali persaudaraan.
“Paling tidak ada empat manfaat Halal Bihalal,” papar rektor kelahiran Rembang, 6 September 1971, itu.
Pertama, Halal Bihalal merupakan ‘paket ibadah’. Menyambung tali silaturrahim bernilai ibadah. Karena itu penyambung silaturrahim akan memperoleh pahala. Sebaliknya, Allah akan memasukkan ke neraka para pemutus silaturahim.
“Wa’taṣimụ biḥablillaahi jamii’aw wa laa tafarraqụ,” ujarnya menyitir surat Ali Imran ayat 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.
Kedua, dalam Halal Bihalal terkandung makna biirul waalidain. Berbuat baik kepada kedua orangtua. Itulah sebabnya setiap menjelang Idul Fitri ada aktivitas pulang kampung atau mudik agar seseorang bisa bertemu dengan kedua orangtua dan kerabat. Berbuat baik kepada kedua orangtua juga merupakan perintah agama.
Ketiga, Halal Bihalal merupakan ajang saling memaafkan. “Manusia tempat berbuat salah dan lupa,” papar mantan Ketua Komnas HAM itu.
Keempat, dalam Halal Bihalal ada ishlah. Acara Halal Bihalal bisa menjadi ajang untuk memperbaiki hubungan atau mendamaikan. “Innamal mu’minuuna ikhwatun fa-ashlihuu baina akhawaikum wattaqullaaha la’allakum turhamuun,” ujarnya mengutip surat al-Hujurat ayat 10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Menurut Imdad, Ishlah mengandung pengertian personal dan komunal. Ishlah bisa memperbaiki hubungan antar manusia, antar kelompok, dan antar masyarakat.
Selain Rektor INAIS Imdadun Rahmat, tampak hadir pada acara Halal Bihalal itu antara lain: Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Acep Nugraha MPd, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kepegawaian (BAAK) Dr Joko Trimulyo SH MPd, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) M Zainal Arifin MPd, dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Syamsul Huda MSi.
Juga tampak hadir Ketua Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Zulfikar Ismail Lc MA, Kaprodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Muhzir Ihsan MPd, dan Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Tita Hasanah MSi. Tak ketinggalan, juga hadir para dosen dan mahasiswa, serta alumni INAIS. []




















