Mekkah, Gontornews — Pertama kali dalam tujuh bulan terakhir, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan kembali pelaksanaan ibadah umrah, Senin (5/10). Untuk tahap awal, Arab Saudi mengizinkan 6.000 jamaah umrah yang berasal dari warga maupun jamaah domestik. Sementara untuk jamaah dari luar negeri, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah mulai 1 November mendatang.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Saudi menangguhkan pelaksanaan ibadah umrah dan bagi umat muslim dunia akibat pandemi Covid-19. Akibat pandemi ini, Arab Saudi mengonfirmasi kehilangan 19 juta pengunjung umrah.
“Hari ini, seluruh Mekkah berbahagia. Rasanya seperti mengakhiri masa penjara. Kami merindukan suasana spiritual para jamaah yang berkeliaran di kota,” kata Yasser al-Zahrani, pengemudi taksi online yang kehilangan pekerjaan akibat penguncian wilayah sejak Maret.
“Itu adalah mimpi buruk. Hampir tidak ada pekerjaan untuk menutupi tagihan saya,” imbuhnya kepada Reuters.
Sebelum pandemi, para jamaah umrah memenuhi lebih dari 1.300 hotel dan ratusan toko. Sejak pandemi, pengusaha toko banyak yang menutup usahanya. Debu tebal pun menghinggapi toko dan usahanya.
Sejak tengah malam, puluhan jamaah umrah yang terdaftar telah memasuki Masjidil Haram lengkap dengan menggunakan masker.
“Tahun ini sangat berarti dan penuh tragedi. Saya berdoa memohon ampunan Allah SWT untuk seluruh umat manusia,” kata Eman warga negara Pakistan di Arab Saudi.
Pelaksanaan ibadah umrah tahap pertama kali ini, Arab Saudi tidak mengizinkan para jamaah untuk menyentuh Ka’bah dan senantiasa menjaga jarak aman. Beberapa jamaah yang sebelumnya pernah melaksanakan ibadah umrah mengaku adaptasi kebiasaan baru tersebut memudahkan.
“Ini umrah termudah yang pernah saya lakukan,” pungkas Abu Fahad. [Mohamad Deny Irawan]






















