Jeddah, Gontornews — Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan pada hari Kamis (29/4) bahwa surat izin untuk melaksanakan iktikaf di 10 hari terakhir Ramadhan sudah tersedia melalui Aplikasi Tawakkalna dan Eatmarna.
Sementara itu, berbagai kementerian dan departemen pemerintah telah menegaskan perlunya vaksinasi penyakit coronavirus (COVID-19) bagi karyawannya sebagai syarat masuk ke tempat kerja mereka.
Arabnews.com merilis, karyawan harus memperbarui status mereka di aplikasi Tawakkalna, dan hanya mereka yang telah menerima vaksinasi, dan memiliki kata “diimunisasi” di aplikasinya, yang akan diizinkan masuk.
Kementerian Kehakiman, Kesehatan, Pendidikan, Penjaga Perbatasan, Pertahanan Udara dan Garda Nasional semuanya telah mulai membuat daftar karyawan yang belum menerima vaksin, untuk melindungi mereka dan orang-orang di sekitar mereka dari kemungkinan infeksi saat bekerja.
Warga Saudi dan ekspatriat di negara itu terus menerima suntikan COVID-19. Sejauh ini sudah ada 8.969.167 orang yang telah diinokulasi.
Arab Saudi melaporkan 11 kematian terkait COVID-19 pada hari Kamis. Korban tewas sekarang mencapai 6.946.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan 1.026 kasus baru, yang berarti 416.307 orang kini telah tertular penyakit tersebut. Ada 9.852 kasus aktif, 1.312 diantaranya dalam kondisi kritis.
Menurut Kemenkes, 441 kasus baru yang tercatat berada di Riyadh, 233 di Mekkah, 133 di Provinsi Timur dan 33 di Madinah.
Selain itu, 1.055 pasien telah pulih dari penyakit tersebut, sehingga totalnya menjadi 399.509 pemulihan.
Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 16.838.619 uji reaksi berantai polimerase (PCR), dengan 63.731 telah dilakukan dalam 24 jam terakhir. []




















