Baku, Gontornews – Sebanyak 13 warga sipil tewas, termasuk dua anak, dan lebih dari 40 lainnya terluka, setelah tentara Armenia menyerang kota terbesar kedua di Azerbaijan, Ganja, dengan serangan rudal, kata Jaksa Agung Azerbaijan pada 17 Oktober.
“Warga sipil diselamatkan dari puing-puing reruntuhan oleh layanan darurat,” kata Hikmet Hajiyev, asisten presiden Azerbaijan, di Twitter.
“Serangan rudal yang berbahaya dan kejam dari Armenia terhadap warga sipil di Ganja merupakan tanda kelemahan dan keputusasaan kepemimpinan politik-militer Armenia dalam menghadapi kekalahannya di medan pertempuran,” kata Hajiyev.
Dia menambahkan, serangan rudal itu merupakan serangan yang disengaja dan tidak pandang bulu terhadap warga sipil.
“Kementerian luar negeri Armenia dengan cara yang keji mencoba untuk menyangkal tanggung jawab negara atas kejahatan perang yang keji ini,” katanya seraya menegaskan bahwa Ganja jauh dari zona pertempuran.
Menurut Badan Nasional untuk Pekerjaan Ranjau (ANAMA) Azerbaijan, rudal yang ditembakkan ke Ganja pada awalnya diidentifikasi sebagai Rudal Balistik Operatif-Taktis SCUD/Elbrus.
“Menargetkan rudal SCUD terhadap penduduk sipil yang padat menunjukkan sikap tidak bermoral dan skizofrenia dari para pemimpin politik-militer Armenia,” kata Hajiyev.
Lebih dari 20 rumah hancur, menurut laporan awal, tambahnya.
“Sistem rudal baru telah dibawa ke Armenia. Segera mereka mulai menyerang warga sipil di kota-kota Azerbaijan dengan cara yang berbahaya dan kejam,” kata Hajiyev dalam tweet terpisah.
“Ini merupakan manifestasi dari kebijakan teror negara Armenia,” lanjutnya.
Tentara Armenia juga melancarkan serangan rudal ke Mingachevir.
Pertahanan udara Azerbaijan menghancurkan rudal Armenia yang diluncurkan di kota itu, kata Jaksa Agung Azerbaijan.
Ia mengatakan dalam sebuah pernyataan, pembangkit listrik tenaga air di Mingachevir menjadi sasaran tentara Armenia sekitar pukul 1 pagi (2100GMT). []


















