Jakarta, Gontornews — SMAIT Nur Hikmah Bekasi menyelenggarakan ‘Tourist Hunting’ untuk peserta didik kelas X. Sebanyak 39 siswa dengan 8 pendamping terlibat dalam kegiatan belajar outdoor di Kawasan Kota Tua Jakarta dengan mengangkat tema “Level-up Your English and Grow Better”.
Titik pemberangkatan para siswa dipusatkan di Terminal Trans Jakarta Pinang Ranti. Mereka menggunakan transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi bagi siswa dalam berinteraksi dengan sopir, penumpang dan lainnya. Para orangtua pun menyambut baik program ini. Mereka terihat antusias mengantar anak-anak menuju shelter Trans Jakarta Pinang Ranti.
Menurut Ustadz Ikhvan, penanggung jawab kegiatan Program Tourist Hunting, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengalaman belajar yang unik kepada peserta didik dengan menggabungkan pendekatan pembelajaran langsung dan praktis melalui kegiatan outdoor.
Langkah awal peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, kemudian mereka diminta untuk mencari tourist asing untuk diajak berkomunikasi, wawancara dan tukar pendapat tentang hal-hal yang menarik dan menyenangkan.
“Tujuan dari program ini untuk melatih kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris siswa secara verbal dengan turis asing, melatih keberanian dan percaya diri serta memperdalam teori yang mereka pelajari di dalam kelas dengan pengalaman langsung di lapangan,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (21/5).
Ustadz Ikhvan menambahkan, program Tourist Hunting ini tidaklah serta merta dieksekusi oleh SMAIT Nur Hikmah. Tentunya ada pembekalan khusus yang dipersiapkan sebelum mereka terjun ke lapangan. Program wajib berbahasa Inggris yang dijadwalkan tiap pekannya, mulai dari English Speech, komunitas kokurikuler English serta pembelajaran English yang terintegrasi dalam KBM reguler yang ini menjadi bekal awal bagi mereka sebelum meng kick-off kegiatan ini.
“Sungguh di luar ekspektasi, dari target 2 tourist yang diinginkan, nyatanya dalam satu team mereka paling sedikit berbicara dengan 3 – 4 tourist dengan durasi minimal 5 menit. Beyond the expectacion,” tuturnya.
Sementara itu Ustdzah Farkhatun, M.Pd, kepala SMAIT Nur Hikmah, mengatakan, memberikan bekal dan bimbingan terhadap minat dan bakat siswa harus dilakukan sejak dini. Termasuk kemampuan berbahasa asing di era yang semakin maju ini.
“Saya harap kegiatan ini benar-benar memberikan bekal siswa untuk meningkatkan dan mengaplikasikan kemampuan bahasa asing mereka, maka SMAIT Nur Hikmah mempunyai komitmen untuk menanamkan kebiasaan berbahasa asing dan juga mewadahi potensi dan bakat siswa,” ungkapnya. [Fathur]






















