Singapura, Gontornews — Pemerintah Australia mengembalikan 500.000 dosis vaksin buatan Pfizer-BioNTech kepada Singapura, Kamis (18/11/2021). Skema pengembalian vaksin ini merupakan bagian dari kesepakatan berbagai yang kedua Australia-Singapura sepakati.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Singapura mengirim 500.000 dosis vaksin mRNA ke Australia pada 2 September untuk membantu percepatan peluncuran vaksinasi di Australia.
“Dosis yang dikembalikan dari Australia akan mendukung program berkelanjutan Singapura untuk memberikan vaksinasi booster Covid-19 kepada segmen populasi kami yang memenuhi syarat,” ungkap pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Singapura.
“Aturan berbagi dosis ini merupakan bukti hubungan kuat antara Singapura dan Australia yang didukung oleh Kemitraan Startegis Komprehensif kami,” tambah pernyataan tersebut sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Kementerian mengatakan pejabatan kesehatan dan urusan luar negeri dari kedua negara bekerja untuk mengimplementasikan aturan tersebut.
“Selama pandemi, kedua negara juga telah berbagi praktik terbaik untuk memerangi Covid-19, bekerjasama untuk menjaga pasar tetap terbuka dan memastikan konektivitas rantai pasokan serta melanjutkan perjalanan bebas karantina dua arah,” ucapnya.
Pada penandatanganan kesepakatan 31 Agustus tersebut, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, mengatakan Australia akan mengembalikan sejumlah vaksin yang Singapura kirim pada bulan Desember.
Mulai Kamis malam. Pemerintah kota Melbourne membuka kembali pub dan kafe bagi pelanggan. Pihak berwenang juga telah mengizinkan kapasitas penuh bagi masyarakat untuk menghadiri acara olahraga di stadion. Pelonggaran ini terlaksana seiring dengan semakin masifnya masyarakat yang telah menerima dosis vaksin Covid-19 secara penuh.
Tidak hanya Melbourne, negara bagian Victoria juga akan melonggarkan pebatasan secara bertahap. Akhir pekan ini, Australia menargetkan pencapaian vaksinasi penuh bagi 90 persen populasi. [Mohamad Deny Irawan]

























