Vienna, Gontornews — Pemerintah Austria mengonfirmasi total penularan COVID-19 di wilayahnya mencapai 2000 orang pada Kamis, (19/3). Mereka memprediksi peningkatan jumlah penularan COVID-19 di Austria terus bertambah meskipun mayoritas warga tinggal di rumah dan pembatasan perjalanan diperluas.
Sejauh ini, negara di pegunungan Alpine tersebut mengonfirmasi enam kematian akibat COVID-19. Austria sendiri memperluas kontrol wilayah perbatasan seperti di Jerman, Italia dan Swiss. Sementara di Liechtenstein ke Hongaria dan Slovenia akan mulai dikontrol pada Jumβat (20/3). Austria tidak memberlakukan kontrol perbatasan di Republik Ceko dan Slovakia karena terkait dengan skema Schengen Uni Eropa.
Sejak Austria memberlakukan kontrol perbatasan, lalu lintas di beberapa wilayah perbatasan mengalami kekacauan. Sebut saja wilayah perbatasan Austria-Jerman. Hal ini diperparah oleh Hongaria sejak Perdana Menterinya, Viktor Orban, juga memberlakukan langkah serupa.
Dalam pantauan Reuters, sejumlah jalan protokol di Austria terpantau kosong. Transportasi umum pun turun hingga 45 Persen dibanding hari-hari biasanya. Koneksi kereta api menuju Swiss ditangguhkan. Sementara perjalanan kereta api menuju Jerman hanya boleh ditumpangi oleh warga negara Jerman saja.
Dari sektor pertanian, para petani mengatakan bahwa panen raya asparagus, stroberi dan salad dipastikan terhambat akibat pembatasan perjalanan.
Menteri Kesehatan Austria, Rudolf Anschober, mengatakan bahwa infeksi COVID-19 meningkat 25 Persen setiap hari. Ia juga mengonfirmasi wilayah Alpine Tyrol sebagai pusat wabah COVID-19 di Austria.
Selain itu, Anschober juga menjelaskan bahwa sebagian besar virus COVID-19 menyerang mereka yang berusia di atas 45-55 tahun. Setelah kelompok tersebut, pasien berusia 25-45 tahun yang berpotensi terkena COVID-19. Sementara mereka yang berusia 65 tahun memiliki risiko tertinggi tertular COVID-19. Karenanya pula, 90 persen pasien COVID-19 di Austria tidak membutuhkan fasilitas rawat inap sejauh ini.
Wakil Kanselir Austria, Werner Kogler, menyayangkan banyaknya warga Austria yang memilih untuk menggunakan waktu cuti mereka untuk berlibur dan naik gunung. Ia pun mendesak warga untuk tetap tinggal di rumah dan menerapkan jarak 1 meter untuk meminimalisir risiko penularan. [Mohamad Deny Irawan]





















