Bogor, Gontornews — Pesantren Modern Daarul Uluum Lido, Bogor, memiliki kebanggaan tersendiri. Salah satu santri berbakat mereka, Azka Zulfansah, telah terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam acara Friends International Youth Camp yang akan digelar di Rusia.
Azka, yang berada di kelas 5 dan berasal dari Bekasi, akan bergabung dengan delegasi dari berbagai negara di Innopolis, Kazan, Tatarstan, Federasi Rusia, mulai tanggal 19 hingga 29 Agustus 2023.
Azka Zulfansah contoh nyata dedikasi dan semangat belajar yang luar biasa di kalangan santri. Meskipun usianya masih tergolong muda, Azka telah menunjukkan kecakapan dan kemampuan yang mengagumkan. Lahir dan besar di Bekasi, ia telah menemukan fondasi pendidikan yang kokoh di Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Lido.
Kepribadian Azka mencerminkan nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren, seperti disiplin, etos kerja keras, dan semangat sosial. Semua ini membuatnya menjadi pilihan yang sangat tepat sebagai perwakilan Indonesia dalam acara Friends International Youth Camp 2023.
Friends International Youth Camp 2023 adalah acara yang diadakan oleh Organisasi Kerjasama Islam (Organization of Islamic Cooperation – OIC) Youth. Acara ini bertujuan untuk mempertemukan pemuda-pemudi dari berbagai negara anggota OIC, guna menjalin hubungan, berbagi pengalaman, dan memperdalam pemahaman tentang keragaman budaya dan agama.
Delegasi dari Indonesia, termasuk Azka Zulfansah, akan bergabung dengan pemuda-pemudi pilihan dari seluruh dunia di Innopolis, Rusia. Mereka akan berpartisipasi dalam diskusi, lokakarya, dan kegiatan kolaboratif lainnya yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan memperkuat jaringan antarbudaya.
Azka Zulfansah tidak hanya mewakili Pondok Pesantren Modern Daarul Uluum Lido, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan. Partisipasinya dalam Friends International Youth Camp 2023 merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan nilai-nilai positif yang dimiliki bangsa Indonesia di panggung dunia.
Pertukaran gagasan dan pengalaman dengan pemuda-pemudi dari berbagai negara akan memperkaya perspektif mereka dan membawa pulang pelajaran berharga yang dapat diaplikasikan dalam pembangunan masyarakat Indonesia. [Fath]























